- Satreskrim Polres Ponorogo menetapkan pimpinan pondok pesantren berinisial JY sebagai tersangka kasus asusila terhadap belasan santrinya.
- Tindakan asusila oleh pelaku di wilayah Jambon tersebut berlangsung sejak tahun 2017 dengan menggunakan modus iming-iming materi.
- Sebanyak 11 santri laki-laki menjadi korban, di mana enam di antaranya masih di bawah umur saat kejadian.
SuaraJatim.id - Selama bertahun-tahun, sebuah pondok pesantren di Kecamatan Jambon, Ponorogo, dianggap sebagai tempat menimba ilmu dan perlindungan bagi para santri.
Namun, di balik ketenangan tembok pesantren tersebut, tersimpan sebuah rahasia kelam yang akhirnya meledak dan mengguncang publik.
JY (55), sosok yang selama ini dihormati sebagai pimpinan sekaligus pengasuh pondok pesantren, kini harus menukar jubah kewibawaannya dengan baju tahanan.
Satreskrim Polres Ponorogo resmi menetapkan JY sebagai tersangka atas dugaan tindakan asusila berantai terhadap belasan anak didiknya.
Misteri yang terkubur sejak tahun 2017 itu mulai tersingkap perlahan. Satu demi satu korban mulai berani bicara, memecah kesunyian yang selama ini membelenggu mereka.
Cara yang digunakan JY tergolong licin dan manipulatif. Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengungkapkan bahwa tersangka kerap memanggil korban ke sebuah ruangan privat dengan dalih membutuhkan bantuan pijat refleksi. Di ruang itulah, alih-alih mendapatkan bimbingan spiritual, para santri justru mengalami trauma fisik dan mental.
Tak hanya mengandalkan relasi kuasa, JY juga menggunakan iming-iming materi dan masa depan. Korban dijanjikan pendidikan gratis agar bisa terus menimba ilmu di sana.
"Korban dijanjikan pendidikan gratis dan setelah tindakan itu dilakukan, mereka diberi uang sebesar Rp100 ribu," ungkap AKP Imam Mujali saat ditemui di Polres Ponorogo, Selasa (19/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Hingga saat ini, tercatat ada 11 korban laki-laki yang telah melaporkan kepedihan mereka ke pihak kepolisian. Skalanya cukup mengejutkan. Enam di antaranya masih di bawah umur, sementara lima lainnya kini sudah berstatus dewasa.
Baca Juga: Pinjamkan Uang ke Bupati Ponorogo untuk Modal Pilkada, Pengusaha Ini Disambangi KPK
Rentang waktu kejadian yang sangat lama, diduga terjadi sejak 2017, menandakan adanya pola predatoris yang terstruktur.
"Aksi pelaku dilakukan sejak 2017 dan baru terungkap kemarin setelah para korban akhirnya mulai berani melaporkan apa yang mereka alami," tambah Imam.
Berita Terkait
-
Pinjamkan Uang ke Bupati Ponorogo untuk Modal Pilkada, Pengusaha Ini Disambangi KPK
-
Misteri Bayi dalam Plastik Hitam di Ponorogo: Hasil Autopsi Ungkap Fakta Memilukan Sebelum Dibuang
-
Jasad Bayi Membusuk dalam Kantong Plastik Gegerkan Warga Babadan Ponorogo
-
7 Santri di Surabaya Jadi Korban Bejat Guru Ngaji
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Kedok Pijat Refleksi: Pimpinan Ponpes di Ponorogo Cabuli 11 Santrinya
-
BEM Unair Didatangi OTK Usai Umumkan Nobar Film Pesta Babi, Lokasi Acara Mendadak Dipindah
-
UNU Blitar Akhirnya Rekomendasikan Pemecatan Dosen yang Melecehkan Mahasiswinya
-
Pecah Kaca di Siang Bolong: Fortuner Jadi Sasaran Empuk Maling Usai Ambil Uang di Bank Banyuwangi
-
Satu Hilang, Dua Nyaris Tewas: Tragedi di Balik Penggelontoran Air PLTA Wlingi Blitar