- BEM Universitas Airlangga menerima intimidasi dari orang tak dikenal saat merencanakan pemutaran film dokumenter Pesta Babi.
- Panitia memindahkan lokasi acara ke Student Center Kampus C untuk meningkatkan keamanan dan mengantisipasi ancaman gangguan.
- Agenda dibatasi hanya untuk civitas akademika Unair guna menghindari risiko serupa dengan pembubaran di kampus lain.
SuaraJatim.id - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga mengalami intimidasi dari orang tak dikenal (OTK) usai mengumumkan agenda nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi”.
Situasi ini membuat panitia memindahkan lokasi pemutaran sekaligus membatasi peserta hanya untuk internal civitas akademika kampus.
Semula, agenda nobar direncanakan berlangsung di halaman Perpustakaan Kampus B Unair dan dibuka untuk umum. Namun, adanya intimidasi membuat panitia memindahkan kegiatan ke Student Center Kampus C yang dinilai lebih aman dan lebih mudah dikendalikan.
Ketua BEM Unair, Rizqi Senja Wirawan, mengatakan keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Menurutnya, panitia menerima laporan adanya orang tak dikenal yang mencari penyelenggara nobar di lingkungan kampus.
“Sebetulnya alasan dipindah itu memang alasan keamanan. Awalnya terbuka untuk masyarakat umum, akhirnya hanya untuk mahasiswa Unair dan civitas akademika,” ujar Rizqi, Selasa (19/5/2026).
Ia menyebut situasi tersebut dipengaruhi oleh kejadian serupa di sejumlah kampus lain. Berdasarkan informasi yang diterima BEM Unair, agenda pemutaran film “Pesta Babi” di beberapa daerah sempat mengalami pembubaran oleh kelompok tak dikenal.
“Teman-teman kami di Udayana dan di Makassar ternyata dibubarkan oleh orang tidak dikenal. Itu yang membuat kami akhirnya mengantisipasi,” katanya.
Intimidasi disebut sudah menyentuh lingkungan kampus secara langsung. Rizqi mengaku menerima laporan bahwa ada seseorang yang mendatangi area sekitar FISIP Unair untuk mencari panitia penyelenggara nobar.
“Sempat ada laporan, ada yang mencari penyelenggara Nobar Pesta Babi di Unair. Bahkan didatangi langsung satu orang di sekitar FISIP,” ungkapnya.
Baca Juga: Buntut Viral Intimidasi Turis China: Sopir Angkutan di Probolinggo Akhirnya Minta Maaf
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai ruang kebebasan berekspresi dan diskusi akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Di tengah tradisi kampus sebagai ruang pertukaran gagasan, penyelenggara justru merasa perlu memperketat akses dan memindahkan lokasi demi menghindari potensi gangguan keamanan.
BEM Unair akhirnya memilih Student Center Kampus C karena dianggap memiliki kontrol keamanan lebih baik dan berada di area aktivitas mahasiswa yang lebih terorganisasi, dan sebanyak 150 orang turut menonton film Pesta Babi.
“Kalau ada apa-apa, pengamanannya jauh lebih banyak,” tutur Rizqi.
Tak hanya itu, sebelum pemutaran dan masuknya para civitas akademika Unair, panitia maupun mahasiswa yang akan melakukan nonton bareng tampak tegang.
Bahkan teman-teman yang berjaga di depan juga menolak beberapa penonton yang dari luar civitas akademika Unair.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
BRI di Bawah Danantara Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Transformasi Makin Kuat
-
Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng PT Pacific Harvest Indonesia: Pasar Global Bagus
-
Gunung Semeru Erupsi 1 Kilometer, Pemkab Lumajang Ingatkan Bahaya Material Vulkanik yang Masih Panas
-
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang