- Seorang wisatawan asal China mengalami intimidasi oleh oknum sopir angkutan di Terminal Bayuangga, Probolinggo, pada Minggu (10/5/2026).
- Video keluhan korban yang viral di media sosial memicu reaksi keras netizen terhadap perilaku premanisme sopir tersebut.
- Polres Probolinggo Kota berhasil mengamankan pelaku yang kemudian menyampaikan permintaan maaf terbuka atas perbuatannya menghalangi wisatawan.
SuaraJatim.id - Bagi para petualang dunia, kawasan Bromo adalah kepingan surga yang wajib disinggahi. Namun, bagi Jinny, seorang wisatawan asal China, pintu gerbang menuju keindahan itu sempat berubah menjadi pengalaman pahit yang tak terlupakan.
Minggu (10/5/2026), di depan Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo, Jinny yang tengah menanti ojek online (ojol) menuju penginapannya tiba-tiba dicegat.
Bukan oleh petugas keamanan, melainkan oleh seorang oknum sopir angkutan pangkalan. Harapan Jinny untuk perjalanan yang praktis dan murah pun sirna, berganti dengan rasa takut dan intimidasi.
Tak tinggal diam, Jinny mengunggah curahan hatinya melalui akun Instagram pribadinya. Video tersebut dengan cepat menjalar di jagat maya, memicu gelombang kritik pedas dari netizen yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk premanisme yang merusak citra keramahan Indonesia.
Sadar bahwa nama baik pariwisata Probolinggo sedang dipertaruhkan, Polres Probolinggo Kota bergerak kilat. Hanya dalam hitungan hari setelah video itu viral, polisi berhasil mengamankan pria di balik aksi intimidasi tersebut.
Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, membenarkan bahwa pihaknya langsung melakukan mediasi untuk meredam kegaduhan sekaligus memperbaiki citra daerah.
"Wisatawan tersebut merasa terintimidasi karena dilarang menaiki ojek online oleh seorang sopir berinisial S. Karena merasa tidak nyaman, yang bersangkutan curhat di media sosial hingga akhirnya viral," jelas Iptu Zainullah pada Rabu (13/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Di hadapan petugas dan awak media, Suhan, sopir yang terekam dalam video tersebut, kini tak lagi terlihat garang. Mengenakan pakaian sederhana, ia tertunduk lesu mengakui kesalahannya yang telah menghalangi hak wisatawan untuk memilih transportasi.
"Saya merasa bersalah dan meminta maaf secara terbuka atas kejadian kemarin. Saya sopir angkutan Bromo yang melarang wisatawan asing naik ojek online di depan Terminal Bayuangga," ucap Suhan menyesal.
Baca Juga: Penjual Tempe Probolinggo Tak Berdaya Motornya Dirampas Begal Bercelurit
Berita Terkait
-
Penjual Tempe Probolinggo Tak Berdaya Motornya Dirampas Begal Bercelurit
-
Skandal Cinta Terlarang di Balik Seragam: Video Viral di Mal Bongkar Aib Oknum ASN Probolinggo
-
Bus Haji Probolinggo Seruduk Rombongan Bekasi, Satu Jemaah Masih Berjuang di RS Al-Hayat
-
Kepanikan Pecah di Jabal Magnet: 47 Jemaah Calon Haji Probolinggo Alami Kecelakaan Bus
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Ceria Mandi di Sungai Berujung Duka bagi Bocah Kelas 3 SD di Mojokerto
-
Berawal dari Mainan Korek Api, Satu Lemparan Si Kecil Hanguskan Rumah di Gresik
-
Lidah Api Kepung Seruni Point: Pintu Terakhir Wisata Bromo Resmi Ditutup Total
-
Brakkk! Isuzu Panther Tabrak Rombongan Gerak Jalan di Pacitan, Begini Kondisi Korban
-
Curhat Pilu Santri Kediri di Balik Tembok Pesantren: Jadi Korban Pelecehan Sesama Jenis