Wakos Reza Gautama
Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB
Ilustrasi Dua bus pengangkut jemaah haji Indonesia asal Probolinggo (Kloter SUB 2) dan Bekasi (Kloter JKS 1) mengalami kecelakaan lalu lintas di Madinah, Arab Saudi, pada Selasa (28/4/2026) pukul 10.30 waktu setempat. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Dua bus jemaah haji asal Indonesia mengalami kecelakaan di Madinah pada Selasa, 28 April 2026 pukul 10.30 waktu setempat.
  • Sepuluh orang jemaah dari rombongan Probolinggo dan Bekasi terluka, dengan satu korban masih dirawat intensif di rumah sakit.
  • Kemenhaj RI menegaskan akan memberikan sanksi administratif kepada penyelenggara bimbingan yang terbukti lalai dalam menjaga keselamatan para jemaah haji.

SuaraJatim.id - Perjalanan suci menuju rumah Allah seharusnya dipenuhi dengan lantunan talbiyah yang menyejukkan. Namun, suasana khidmat di kota Madinah mendadak berubah menjadi kepanikan saat dua bus yang mengangkut jemaah calon haji asal Indonesia terlibat kecelakaan lalu lintas pada Selasa (28/4/2026).

Insiden yang terjadi pukul 10.30 waktu setempat ini melibatkan dua kelompok bimbingan besar, yakni KBIHU Nurul Haramain asal Probolinggo (Kloter SUB 2) dan KBIHU Al-Azhar asal Bekasi (Kloter JKS 1).

Berdasarkan laporan dari Media Haji Center (MHC), kecelakaan bermula saat bus yang membawa rombongan SUB 2 Probolinggo tengah melaju di jalur operasional Madinah.

Entah karena kendala teknis atau faktor lainnya, bus tersebut menabrak bagian belakang bus rombongan JKS 1 Bekasi yang berada di depannya.

Guncangan hebat itu tak terhindarkan. Akibatnya, sepuluh orang menjadi korban. Tujuh jemaah asal Bekasi mengalami luka-luka akibat benturan di dalam kabin, sementara dari rombongan Probolinggo, dua jemaah dan seorang pengurus KBIHU juga harus mendapatkan perawatan medis.

Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memastikan bahwa sebagian besar jemaah yang terluka sudah diperbolehkan kembali ke pemondokan. Namun, kabar kurang baik datang dari salah satu jemaah asal Probolinggo.

"Hingga saat ini, masih ada satu jemaah yang memerlukan perawatan intensif di Rumah Sakit Al-Hayat Madinah, atas nama Sri Sugi Hartini (60). Kami terus memantau kondisinya agar bisa segera pulih dan melanjutkan rangkaian ibadah," ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Insiden ini memicu reaksi keras dari Kementerian Haji RI. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar dengan alasan kepentingan komersial atau paket wisata tambahan yang kerap dibuat oleh KBIHU.

Hasan mewanti-wanti seluruh penyelenggara bimbingan agar selalu berkoordinasi dengan petugas resmi di lapangan. Ia juga memberikan ancaman serius: sanksi administratif fatal menanti bagi penyelenggara yang terbukti lalai atau melakukan pungutan liar yang memberatkan jemaah selama di Tanah Suci.

Baca Juga: Kepanikan Pecah di Jabal Magnet: 47 Jemaah Calon Haji Probolinggo Alami Kecelakaan Bus

"Keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama. Kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas bagi mereka yang abai," tegasnya.

Meski sempat diwarnai kecelakaan di Madinah dan kendala teknis pesawat pada kloter sebelumnya (SUB 16), secara keseluruhan operasional haji tahun 2026 masih berjalan sesuai koridor. Hingga hari kesembilan, tercatat 47.834 jemaah dari 122 kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Load More