- Gerai di Tunjungan Plaza Surabaya ramai diserbu pengunjung untuk membeli pernak-pernik resmi Piala Dunia 2026 sejak Juni.
- Kolektor memburu jersey player issue Timnas Jepang yang sangat langka dengan harga mencapai dua juta rupiah per potong.
- Tingginya minat masyarakat terhadap merchandise autentik membuktikan bahwa penggemar sepak bola di Surabaya kini semakin mengutamakan gaya hidup.
SuaraJatim.id - Euforia Piala Dunia 2026 mulai membakar semangat para pecinta bola Kota Surabaya. Di pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza 3, sebuah gerai bergaya stadion mini mendadak ramai para pemburu merchandise resmi.
Sejak turnamen sepak bola terbesar di jagat raya ini bergulir, pernak-pernik resmi bertema Piala Dunia langsung diserbu.
Dari sekian banyak koleksi, ada satu yang statusnya menjadi barang gaib saking sulitnya dicari yakni jersey away Tim Nasional Jepang.
Bagi kolektor sejati, jersey versi suporter saja tidak cukup. Mereka mengincar kategori player issue, kaus dengan spesifikasi teknologi persis seperti yang dikenakan para pemain di lapangan hijau.
Agustin, salah satu pengunjung yang tampak antusias, mengaku sudah berkeliling demi mendapatkan jersey away Jepang yang legendaris itu.
"Jersey Jepang ini memang spesial. Yang versi player issue cuma ada di gerai khusus ini, tidak bisa sembarangan cari di toko lain. Ukurannya pun sangat terbatas," ujarnya, Sabtu (13/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kelangkaan inilah yang justru memicu adrenalin para fans. Dengan harga yang dibanderol mulai dari Rp1,2 juta hingga menembus angka Rp2 juta untuk seri tertentu, gairah mendukung tim favorit tampaknya jauh melampaui sekadar angka di label harga.
Tak hanya jersey Tim Matahari Terbit yang menjadi primadona. Koleksi dari negara-negara raksasa seperti Argentina, Jerman, Italia, hingga Meksiko juga terpajang gagah. Menariknya, sepak bola kini telah bergeser menjadi identitas gaya hidup.
Izza Nabila, pengunjung lainnya, lebih memilih meminang jaket Tim Nasional Spanyol. Baginya, desain apparel La Roja kali ini punya karakter yang sangat modis untuk dipakai nongkrong.
Baca Juga: Predator di Balik Laras Senjata: Nestapa Atlet Muda Surabaya dalam Cengkeraman Pelatih
"Kalau ada acara nonton bareng (nobar), pakai jaket ini terlihat beda dan keren. Desainnya lebih berkarakter," katanya.
Suasana bazar yang didesain menyerupai tribun stadion seolah memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Selain jersey dan jaket, para penggemar juga bisa menemukan aksesori lain seperti tumbler, tote bag, hingga sepatu edisi khusus Piala Dunia.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap merchandise orisinal ini membuktikan bahwa fans sepak bola di Surabaya kini semakin cerdas dan menghargai nilai autentik.
Kehadiran bazar ini menjadi jawaban bagi mereka yang tak ingin repot memesan dari luar negeri. Seiring turnamen yang akan memasuki fase-fase krusial, demam belanja ini diprediksi akan terus memuncak.
Berita Terkait
-
Predator di Balik Laras Senjata: Nestapa Atlet Muda Surabaya dalam Cengkeraman Pelatih
-
Terjebak di Lantai Dua, 4 Penghuni Rumah di Ampel Surabaya Dievakuasi dari Kepungan Api
-
Honda Brio Terjun Bebas dari Flyover Gubeng Surabaya, Sopir Mabuk Malah Ngamuk ke Petugas
-
Gubernur Khofifah Kuatkan Daya Beli Lewat Pasar Murah, Kendalikan Inflasi dan Sediakan Bahan Pokok
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Viral Aksi Massa Nyaris Bakar Kantor Muhammadiyah di Madura, Ini Penyebabnya
-
Bara yang Dikira Padam Berujung Petaka, Gudang Arang di Bondowoso Hangus Terbakar
-
Berkat KUR BRI, Bisnis Usaha Gula Merah Rosidah Kini Berkembang Pesat
-
Uangnya Kelihatan Baru, Eh Ternyata Palsu! Penjual Jamu di Blitar Jadi Korban
-
Romantisnya Kebablasan, Pasutri Diciduk Polisi Usai Jadi Pengedar Sabu di Lamongan