- Seorang pengurus Perbakin Kota Surabaya diduga melakukan pelecehan seksual terhadap atlet binaannya dengan modus hukuman fisik saat latihan.
- Ketua KONI Surabaya telah menonaktifkan terduga pelaku dari posisinya sebagai pengurus setelah kasus pelecehan tersebut viral di media sosial.
- Unit PPA Polrestabes Surabaya sedang melakukan proses pendalaman dan pemeriksaan hukum atas laporan resmi tindakan asusila dari korban tersebut.
SuaraJatim.id - Seorang oknum pengurus sekaligus pelatih di Perbakin (Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia) Kota Surabaya diduga kuat melakukan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap atlet binaannya.
Kasus ini mencuat ke permukaan setelah keberanian korban berbicara melalui surat tulisan tangan yang viral di media sosial.
Aksi bejat terduga pelaku dilakukan dengan sangat licin. Ia memanfaatkan relasi kuasa dan kedok kedisiplinan untuk menjerat korbannya. Modusnya memberikan hukuman fisik atas kesalahan teknis saat latihan.
"Awal mulanya dia memberi aku hukuman fisik karena keseringan menjatuhkan mag (magasin). Pada suatu waktu, dia menagih hukuman itu saat lapangan sudah sepi, hanya ada aku dan dia," tulis korban dalam keterangannya dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Saat korban berniat membantu membawa perlengkapan ke dalam ruangan, pelaku melancarkan aksinya. Tak berhenti di sana, perlakuan tak senonoh itu kembali terulang di dalam kendaraan pribadi pelaku dengan dalih yang sama, menagih sisa hukuman.
“Aku hanya menurut saja sampai dia menghukum aku lagi di mobil, saat aku selesai latihan,” ungkap korban.
Merespons kegaduhan ini, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya, Arderio Hukom, bergerak cepat. Pihaknya memastikan bahwa terduga pelaku telah didepak dari posisinya.
"Terduga ini sudah dinonaktifkan dari kepengurusan," tegas Arderio.
Arderio mengungkap fakta bahwa status pelaku bukanlah pelatih resmi yang terdaftar melalui Surat Keputusan (SK) Puslacab, melainkan pengurus yang kerap turun gunung membantu melatih. Begitu pula dengan korban yang statusnya masih sebagai calon atlet potensial yang belum masuk skema resmi.
Baca Juga: Terjebak di Lantai Dua, 4 Penghuni Rumah di Ampel Surabaya Dievakuasi dari Kepungan Api
Namun, status administratif tersebut tidak menyurutkan komitmen KONI untuk menyeret kasus ini ke ranah hukum.
"Kami mendukung penuh agar kejadian ini terang benderang. Olahraga harus menjadi ruang aman dan nyaman, terutama bagi anak-anak usia dini," tambahnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, mengonfirmasi bahwa proses BAP (Berita Acara Pemeriksaan) sedang berlangsung.
Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya pun telah menerima laporan resmi dan tengah melakukan pendalaman. "Njeh, masih proses," ujar Kasat Res PPA-PPO Surabaya, Kompol Melatisari singkat.
Berita Terkait
-
Terjebak di Lantai Dua, 4 Penghuni Rumah di Ampel Surabaya Dievakuasi dari Kepungan Api
-
Honda Brio Terjun Bebas dari Flyover Gubeng Surabaya, Sopir Mabuk Malah Ngamuk ke Petugas
-
Gubernur Khofifah Kuatkan Daya Beli Lewat Pasar Murah, Kendalikan Inflasi dan Sediakan Bahan Pokok
-
Akal Bulus Ibu-Anak Buronan Bank Jatim Berakhir: 2 Tahun Hilang, Kini Masuk Bui
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Predator di Balik Laras Senjata: Nestapa Atlet Muda Surabaya dalam Cengkeraman Pelatih
-
Demo Panas di Depan BI Jatim: Mahasiswa Bakar Ban Sampai Tantang Sumpah Mubahalah
-
Ingkar Janji di Desa Tlogo Blitar: Proyek KDMP Robohkan Sekolah Sebelum Siapkan Pengganti
-
Buka Expo Konstruksi, Gubernur Khofifah Optimistis pada Penciptaan Lapangan Kerja di Jatim
-
Belum Punya Gedung, Siswa SRMP 29 Pamekasan Harus Pindah Belajar ke Sampang