Wakos Reza Gautama
Senin, 27 Juli 2026 | 13:44 WIB
Empat orang meninggal dunia dan enam lainnya terluka dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan truk bermuatan gulungan kertas di Jalan Raya Malang-Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (27/7/2026) pagi. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sebuah truk bermuatan kertas menabrak beberapa kendaraan dan rumah di Pasuruan pada Senin pagi, 27 Juli 2026.
  • Kecelakaan beruntun tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia di lokasi serta rumah sakit, dan enam orang lainnya mengalami luka-luka.
  • Polres Pasuruan memberlakukan pengalihan arus lalu lintas serta menerapkan metode investigasi ilmiah untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.

SuaraJatim.id - Kecelakaan maut terjadi Senin pagi (27/7/2026) di Jalan Raya Malang-Surabaya, Kabupaten Pasuruan. Sekitar pukul 05.45 WIB, sebuah truk bermuatan gulungan kertas raksasa berubah menjadi mesin pembunuh tak terkendali yang merenggut empat nyawa dalam sekejap.

Saksi mata menggambarkan betapa mengerikannya detik-detik saat truk besar tersebut kehilangan kendali. Diduga gagal mengerem atau kehilangan kontrol laju, truk yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya itu mulai menyeruduk apa saja yang ada di depannya.

Bak bola biliar yang lepas kendali, truk itu menghantam kendaraan di depannya, melompati median jalan, dan masuk ke jalur berlawanan dengan kecepatan tinggi.

Di sana, sebuah mobil tangki air dan dua sepeda motor yang sedang melaju tenang tak punya kesempatan untuk menghindar. Benturan keras tak terelakkan.

"Sopir diduga tidak bisa mengontrol laju kendaraan sehingga terjadi kecelakaan beruntun," ujar Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Jauhar Rizqullah Sumirat.

Tiga orang tewas seketika di lokasi kejadian, tergeletak di antara puing kendaraan yang ringsek. Namun, pelarian maut truk tersebut belum berhenti.

Truk itu kembali melintasi median jalan untuk kedua kalinya, menyapu sebuah sepeda motor lain, dan berakhir dengan menghantam deretan rumah warga hingga hancur berantakan.

Drama sesungguhnya terjadi di kursi kemudi. Sang sopir truk terjepit di kabin yang ringsek parah. Petugas gabungan dari Polri, BPBD, hingga PLN berjibaku selama berjam-jam untuk mengeluarkan tubuh sang sopir dari jepitan besi.

Nahas, meski berhasil dievakuasi ke RS Pusdik Sabhara Porong, sang sopir akhirnya mengembuskan napas terakhir, menambah daftar korban jiwa menjadi empat orang.

Baca Juga: Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar

Selain korban tewas, enam orang lainnya kini tengah berjuang pulih dari luka-luka di rumah sakit. Sementara itu, Jalan Raya Malang-Surabaya sempat mengalami lumpuh total.

Arus kendaraan terpaksa dialihkan ke jalur tol untuk memberi ruang bagi tim evakuasi membersihkan gulungan-gulungan kertas raksasa yang berserakan di jalanan.

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan berspekulasi. AKP Jauhar menyatakan bahwa pihaknya akan menggunakan pendekatan Scientific Crime Investigation untuk mengungkap penyebab pasti tragedi ini.

"Kami akan melakukan olah TKP secara mendalam setelah lokasi dinyatakan benar-benar kondusif," tegasnya. (ANTARA)

Load More