Wakos Reza Gautama
Kamis, 23 Juli 2026 | 10:42 WIB
Kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan sebuah minibus Toyota Avanza terjadi di jalan Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Rabu (22/7/2026) malam. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Minibus Toyota Avanza bernomor polisi AE 1627 GW terjun ke jurang sedalam 25 meter di Desa Segulung, Madiun, pada Rabu (22/7/2026).
  • Kecelakaan maut diduga terjadi akibat pengemudi kurang berkonsentrasi saat melewati medan jalan ekstrem yang minim penerangan dan rambu.
  • Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan lima lainnya mengalami luka-luka.

SuaraJatim.id - Malam di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, berubah mencekam pada Rabu (22/7/2026). Sebuah minibus Toyota Avanza yang mengangkut satu rombongan warga tiba-tiba menghilang dari badan jalan, terjun bebas ke dalam jurang sedalam 25 meter yang gelap gulita.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.20 WIB. Kendaraan bernomor polisi AE 1627 GW yang dikemudikan oleh Yatim (60) tengah melaju dari arah timur. Tak ada yang menduga, perjalanan pulang tersebut akan berakhir di dasar perengan (tebing).

Medan yang ekstrem diduga menjadi pemicu utama. Lokasi kejadian di Desa Segulung dikenal memiliki kontur jalan menurun yang langsung disambut tikungan tajam ke arah kanan.

Minimnya penerangan jalan serta absennya rambu penunjuk jalan membuat maut seolah mengintai di setiap jengkal aspal yang dilewati.

"Dugaan sementara, pengemudi kurang berkonsentrasi saat melintasi jalan turunan dan tikungan tajam tersebut," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika Cahyono, Kamis (23/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Dampak benturan keras di dasar jurang menyisakan duka mendalam. Suwarno (38), salah satu penumpang asal Desa Ketandan, dilaporkan meninggal dunia di lokasi. Sementara itu, sang pengemudi, Yatim, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat.

Lima penumpang lainnya, yang sebagian besar adalah warga Desa Tanjungrejo, berhasil selamat dari maut meski harus menderita luka-luka dan trauma hebat. Mereka adalah Mufadana (20), Pujiono (45), Anik (45), Linda (33), dan Fitriyati (60).

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas kepolisian dibantu warga setempat harus berjibaku di tengah kegelapan malam untuk mengangkat para korban dari kedalaman jurang. Kondisi minibus sendiri dilaporkan ringsek parah dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Hingga saat ini, bangkai kendaraan telah diamankan sebagai barang bukti, sementara pihak Satlantas Polres Madiun masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada faktor teknis lain selain kelalaian manusia.

Baca Juga: Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Load More