- Serda Hengki Noto Susanto gugur dalam insiden ledakan saat merawat amunisi di Gupusmu II, Madiun, Kamis (16/7/2026).
- Ledakan di Gudang Pusat Amunisi tersebut juga menyebabkan enam personel TNI AD lainnya mengalami luka berat dan ringan.
- Jenazah Serda Hengki telah dimakamkan secara upacara militer di TPU Desa Sidorejo, Kabupaten Madiun, pada Kamis malam lalu.
SuaraJatim.id - Bagi Serda Hengki Noto Susanto, seragam loreng bukan sekadar pakaian dinas. Itu adalah wujud dari mimpi masa remaja yang ia kejar dengan tekun sejak duduk di bangku SMA.
Namun, siapa sangka, pengabdian panjangnya bagi Ibu Pertiwi harus mencapai garis finis di tengah tugas rutin yang ia jalani dengan penuh tanggung jawab.
Kamis (16/7/2026) menjadi hari kelabu bagi Pusat Peralatan TNI AD. Sebuah ledakan hebat mengguncang Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II di Saradan, Madiun.
Di tengah prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian, sebuah insiden tak terduga merenggut nyawa Serda Hengki, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan korps baju hijau.
Jenazah Serda Hengki telah dikebumikan dengan upacara penghormatan di TPU Desa Sidorejo pada Kamis malam.
Di rumah duka yang terletak di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, suasana sunyi menyelimuti.
Hendri Siswo Susanto, kakak kandung almarhum, mengenang adiknya sebagai sosok yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki keteguhan hati yang luar biasa.
"Memang sejak SMA cita-citanya ingin jadi tentara," kenang Hendri, Jumat (17/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Perjalanan karier Hengki bukanlah jalur yang mudah. Sebelum bertugas di Madiun, ia menghabiskan hampir 15 tahun masa dinasnya di belantara Timika, Papua.
Baca Juga: Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur
Di tanah konflik yang penuh tantangan itu, sang istri dan kedua anaknya setia menemani. Sekitar dua tahun lalu, ia mendapat penempatan di Madiun, pulang ke kampung halaman agar bisa lebih dekat dengan keluarga besar.
Kematian Serda Hengki menyisakan luka yang menganga karena datang begitu tiba-tiba. Tidak ada firasat buruk, tidak ada mimpi aneh.
Komunikasi terakhir berjalan seperti biasa, penuh kehangatan melalui sambungan telepon. Bahkan, tiga hari sebelum maut menjemput, Hengki sempat menemui ibundanya.
"Kami sekeluarga tidak ada firasat apa pun. Ibu, saya, maupun istrinya benar-benar tidak menyangka," ungkap Hendri.
Kini, sang prajurit telah pergi. Ia meninggalkan seorang istri yang harus tegar membesarkan dua buah hati. Si sulung yang baru duduk di kelas VI SD dan si bungsu yang masih menempuh pendidikan PAUD.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi saat personel tengah melaksanakan prosedur perawatan amunisi. Selain gugurnya Serda Hengki, enam personel lainnya juga menjadi korban dengan tingkat luka yang bervariasi.
Berita Terkait
-
Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur
-
Oknum Pejabat Madiun Tertangkap Kamera Asyik Main Kartu Virtual saat Rapat Paripurna di DPRD
-
Kecelakaan Beruntun di Madiun: Rem Mendadak Bus Jaya Jadi Mimpi Buruk Truk J&T
-
Blitar Menggelegar! Bom Seberat 100 Kg Diledakkan, Warga Kira Gunung Kelud Meletus
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia
-
Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi
-
Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang
-
Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah
-
Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan