- Kecelakaan antara motor Suzuki Tornado dan Honda CBR terjadi di Desa Watudakon, Jombang, pada Sabtu pagi, 18 Juli 2026.
- Tabrakan bermula ketika Saniman, 73 tahun, hendak berputar balik dan tertabrak oleh pengendara remaja dari arah berlawanan.
- Insiden tersebut menyebabkan Saniman meninggal dunia di RSUD Jombang sementara pengendara remaja lainnya masih dalam perawatan medis.
SuaraJatim.id - Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Jerukwangi di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Jombang, pada Sabtu pagi (18/7/2026). Seorang lansia dan seorang remaja bertemu dalam sebuah insiden mematikan di tengah jalan raya.
Saniman, pria berusia 73 tahun, saat itu tengah mengendarai motor Suzuki Tornado bernomor polisi S-2849-OX miliknya.
Warga setempat ini melaju dari arah barat menuju timur. Setibanya di lokasi kejadian, ia diduga hendak melakukan manuver putar balik.
Nahas, di saat yang bersamaan, melaju kencang dari arah berlawanan sebuah Honda CBR 150 bernomor polisi S-4528-ODH yang dikendarai oleh M. Qoitul Ramadhan.
Remaja berusia 14 tahun tersebut tak punya cukup ruang dan waktu untuk menghindar. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak terelakkan.
"Benturannya sangat keras hingga kedua pengendara mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Jombang," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Nurul Iman dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Mbah Saniman sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Namun, raga yang sudah renta itu tak kuasa menahan dampak kecelakaan yang hebat.
Ia mengembuskan napas terakhir di bawah penanganan tim medis. Sementara itu, Qoitul, sang pelajar, masih menjalani perawatan akibat luka-luka yang dideritanya.
Petugas kepolisian segera bergerak melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi-saksi kunci, termasuk warga sekitar yang menyaksikan langsung kengerian di pagi hari tersebut.
Baca Juga: Hanya Ada Motor: Misteri Hilangnya Kakek 70 Tahun di Hutan Wangun Tuban Belum Terpecahkan
Ipda Nurul Iman menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra, terutama saat melakukan manuver berisiko seperti putar balik.
"Kami mengimbau para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati. Manuver sekecil apa pun harus memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitar. Jangan sampai kelalaian sesaat berujung nyawa," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Hanya Ada Motor: Misteri Hilangnya Kakek 70 Tahun di Hutan Wangun Tuban Belum Terpecahkan
-
Maut Menjemput Usai MPLS: Tabrakan Beruntun 4 Motor Pelajar di Ngawi, Satu Siswa SMK Tewas
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas
-
Gelegar Ledakan di Malam Sunyi: Toko Sembako di Mojoagung Ludes Terbakar, Satu Korban Terluka
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Horor Tol Jomo KM 687: Diduga Sopir Mengantuk, Hiace Hantam Truk, 4 Nyawa Melayang
-
Lilin Harapan dari Jurnalis Surabaya untuk 8 Orang yang Hilang Menuju Gunung Anak Krakatau
-
Gumpalan Berbercak Darah Ditemukan di Parit, Polisi Lakukan Ekshumasi di Madiun
-
Karhutla Bromo Meluas ke Bukit Teletubies, Petugas Berpacu dengan Angin dan Medan Curam
-
Tali Pusar Masih Menempel, Bayi Baru Lahir Dibuang di Kardus Bekas Warung Lamongan