- Empat belas siswa SMAN 1 Pandaan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis.
- Polsek Pandaan memeriksa tiga pengelola dapur SPPG Sumbergedang pada Kamis, 23 Juli 2026.
- Seluruh siswa kini sudah pulih, sementara pihak sekolah meliburkan siswa kelas 10 sementara waktu.
SuaraJatim.id - Keracunan makan bergizi gratis (MBG) siswa di SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, berujung di ruang interogasi polisi.
Kasus ini kini memasuki babak baru setelah 14 pelajar dilaporkan mengalami gejala muntah-muntah dan gatal-gatal usai menyantap menu yang disediakan.
Tim penyidik Polsek Pandaan bergerak cepat dengan membidik penanggung jawab SPPG Sumbergedang, pihak penyedia makanan yang kini berada dalam sorotan tajam.
"Kami telah menginterogasi tiga orang dari SPPG Sumbergedang, termasuk juru masaknya. Fokus kami adalah mendalami apakah ada unsur kelalaian dalam proses pengolahan hingga makanan itu sampai ke tangan siswa," ujar Kapolsek Pandaan, Kompol Slamet Prayitno, Kamis (23/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Meski pemeriksaan berlangsung intensif, polisi masih menutup rapat materi interogasi. Mereka tampaknya tak ingin gegabah sebelum bukti-bukti saintifik terkumpul sepenuhnya.
Di sisi lain, publik kini tertuju pada hasil uji laboratorium. Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah dikirim untuk dibedah secara medis guna mencari jejak bakteri atau zat berbahaya yang memicu keracunan massal tersebut.
Ketua Satgas Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pasuruan, Tri Yudha Widya Sasongko, menegaskan bahwa kondisi seluruh siswa kini telah dinyatakan sehat dan pulih. Namun, ia tak menampik bahwa insiden ini merupakan alarm keras bagi pelaksanaan program MBG ke depan.
"Mengenai nasib operasional SPPG Sumbergedang, apakah akan dihentikan sementara atau tidak, itu sepenuhnya kewenangan BGN pusat. Saat ini fokus kami adalah memastikan kejadian ini tidak terulang kembali," tegas Yudha yang juga menjabat sebagai Sekda Kabupaten Pasuruan.
Meski kondisi fisik para siswa telah membaik, dampak psikologis dan administratif masih terasa di lingkungan sekolah. Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas belajar mengajar belum sepenuhnya normal.
Baca Juga: Viral Video Siswa MTsN 4 Bondowoso Buang MBG ke Gerobak, Kepsek Beri Penjelasan Utuh
Pihak sekolah mengambil kebijakan untuk meliburkan sementara seluruh siswa kelas 10 hingga waktu yang belum ditentukan.
Berita Terkait
-
Viral Video Siswa MTsN 4 Bondowoso Buang MBG ke Gerobak, Kepsek Beri Penjelasan Utuh
-
Bukan Menolak, PDIP Bongkar Alasan Larang Kadernya Ikut Proyek Makan Bergizi Gratis
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas
-
Kecelakaan Maut di Lampu Merah Pandaan: Kontainer Blong Sapu Antrean Motor, 3 Nyawa Melayang
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Buntut Keracunan Massal Siswa, Juru Masak SPPG Sumbergedang Jalani Pemeriksaan Intensif
-
9 Kali Beraksi dengan Sepeda Onthel: Pengakuan Mengejutkan Begal Payudara di Surabaya
-
Maut di Tikungan Gelap: Avanza Terjun 25 Meter ke Jurang Segulung, Satu Nyawa Melayang
-
Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Pemenuhan Hak Anak sebagai Investasi Bangsa
-
Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar