Wakos Reza Gautama
Senin, 27 Juli 2026 | 10:47 WIB
Ilustrasi bayi. Penjaga panti asuhan menemukan bayi laki-laki dalam tas merah di parkiran Dusun Beran I Ngawi pada Senin (27/7/2026). [Pexels]
Baca 10 detik
  • Penjaga panti asuhan menemukan bayi laki-laki dalam tas merah di parkiran Dusun Beran I Ngawi pada Senin (27/7/2026).
  • Polisi mengamankan barang bukti berupa jilbab abu-abu dan tas merah serta memeriksa rekaman CCTV untuk menyelidiki identitas pelaku.
  • Bayi laki-laki tersebut langsung dibawa ke RSUD setempat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

SuaraJatim.id - Keheningan subuh di Dusun Beran I, Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendadak pecah oleh suara yang menyayat hati.

Senin (27/7/2026) pukul 05.15 WIB, saat fajar baru saja menyingsing, Mukhlis Subekti, seorang penjaga Panti Asuhan Bina Insani, terbangun karena tangisan bayi yang samar-samar terdengar dari arah parkiran.

Mukhlis yang penasaran segera mencari sumber suara. Langkahnya terhenti di depan sebuah mobil Toyota Kijang biru milik panti asuhan yang terparkir.

Betapa terkejutnya ia saat melongok ke bagian belakang mobil. Di sana, di dalam sebuah tas cangklong berwarna merah, terselip sebuah paket berisi seorang bayi laki-laki yang masih merah.

Bayi mungil itu ditemukan dalam kondisi terbungkus jilbab berwarna abu-abu. Tak ada surat wasiat, tak ada identitas. Hanya selembar kain dan tas merah yang menjadi pelindungnya dari dinginnya udara pagi Ngawi.

Dengan sigap, Mukhlis membawa bayi tersebut masuk ke dalam panti. Rasa kemanusiaan segera mengambil alih. Bayi itu diberikan pakaian yang layak dan kehangatan sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib.

“Setelah menemukan bayi tersebut, pelapor segera membawanya ke dalam untuk penanganan awal, baru kemudian melapor kepada kami sekitar pukul 06.00 WIB,” ujar Kapolsek Ngawi, AKP Jais Bintoro dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Polres Ngawi langsung bergerak cepat. Tim Identifikasi Satreskrim Polres Ngawi diturunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Sejauh ini, polisi telah mengamankan tas merah dan jilbab abu-abu sebagai barang bukti kunci.

Harapan kini tertumpu pada rekaman CCTV yang terpasang di sekitar area panti. Meski hasil pemeriksaan awal menunjukkan posisi kamera menghadap ke arah luar, polisi tetap melakukan analisis mendalam untuk melihat aktivitas mencurigakan atau kendaraan yang melintas tepat sebelum bayi itu ditemukan.

Baca Juga: Dulu 17 Ribu, Kini Hanya 7 Ribu: Apa yang Membuat Warga Blitar Takut Punya Anak?

Hingga saat ini, identitas orang tua yang tega meninggalkan darah dagingnya itu masih menjadi teka-teki. Sementara polisi bekerja keras mengumpulkan petunjuk, bayi malang tersebut telah dibawa ke RSUD setempat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun mengenai keberadaan orang tua bayi ini untuk segera melapor,” tegas AKP Jais.

Load More