- Seorang mahasiswi berinisial S membuang bayi laki-lakinya di Dusun Tanggungan, Bangkalan, pada Kamis, 2 Juli 2026 dini hari.
- Tersangka nekat membuang bayinya karena takut aib kehamilan hasil hubungan di luar nikah diketahui oleh orang lain.
- Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi sehat dan kini tersangka harus menghadapi ancaman hukuman penjara akibat perbuatannya.
SuaraJatim.id - Identitas ibu yang membuang bayi laki-laki di Dusun Tanggungan, Desa Bragang, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, akhirnya terungkap.
Bayi mungil tersebut ditemukan di atas sebuah karung yang menjadi alas dingin di pinggir jalan, tergeletak terbungkus kain kuning bernoda darah.
Penemuan ini menjadi awal terbongkarnya sebuah drama kelam tentang aib, keputusasaan, dan rahasia yang terkubur rapat di balik dinding sebuah rumah.
Hanya butuh waktu singkat bagi Satreskrim Polres Bangkalan untuk menyibak misteri tersebut. Sang pelaku ternyata bukan orang jauh. Ia adalah S (27), seorang mahasiswi yang juga ibu kandung dari bayi tersebut.
Hasil penyidikan mengungkap sebuah kenyataan pahit: S melahirkan bayi tersebut seorang diri di rumahnya tanpa bantuan siapapun.
Dalam kesendirian yang mencekam, ia membersihkan darah di tubuh mungil sang bayi menggunakan pakaian yang ia kenakan, lalu membungkusnya dengan daster merah dan selimut.
"Motifnya karena takut aibnya diketahui orang lain. Tersangka merasa malu karena anak yang dilahirkan adalah hasil hubungan dengan pria yang bukan suaminya," ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Eriek Triyasworo, Selasa (7/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
S tampaknya mengalami pergulatan batin yang hebat. Ia meletakkan bayinya di depan rumahnya sendiri dengan harapan ada warga yang lewat, mendengar tangisannya, dan menyelamatkannya.
Beruntung, bayi dengan berat 3,6 kilogram itu ditemukan dalam kondisi sehat. Setelah mendapatkan perawatan dari bidan di Desa Bator, bayi tersebut kini dirawat oleh warga yang menaruh iba.
Baca Juga: Gubernur Khofifah & Pangdam V/Brawijaya Lepas Karnaval Budaya di Bangkalan: Bakti TNI untuk Negeri
Namun, bagi S, pelarian dari rasa malu itu justru membawanya ke balik jeruji besi. Polisi mengamankan kain kuning bernoda darah dan daster merah sebagai bukti bisu persalinan dramatisnya. Kini, mahasiswi tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Ia dijerat dengan Pasal 77B juncto Pasal 76B UU Perlindungan Anak atau Pasal 430 KUHP. Bayang-bayang hukuman dua tahun penjara kini menantinya.
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah & Pangdam V/Brawijaya Lepas Karnaval Budaya di Bangkalan: Bakti TNI untuk Negeri
-
Malam Kelam di Pulo Wonokromo: Saat Selokan Menjadi Saksi Bisu Pembuangan Bayi Mungil
-
Misteri Video di Alun-alun Batu: Siapa Sosok yang Menemani Hari-Hari Terakhir Pejabat Bangkalan?
-
Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda: Sosok Pria Bermasker Jadi Sorotan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Dari Aceh ke Flores, Safrizal ZA Soroti Pentingnya Respons Cepat di Lokasi Bencana
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif
-
Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara