Wakos Reza Gautama
Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:56 WIB
Sosok pria bermasker di kasus kematian ASN Bangkalan menjadi sorotan. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Jasad ASN Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, ditemukan membusuk di dalam mobil dinasnya di Bandara Juanda pada 24 Juni 2026.
  • Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria bermasker membawa mobil korban ke bandara pada 20 Juni dalam kondisi korban sudah meninggal.
  • Pihak kepolisian tengah menyelidiki hilangnya perhiasan korban serta menganalisis data ponsel milik korban untuk mengungkap jejak digital pelaku misterius tersebut.

SuaraJatim.id - Empat hari lamanya, mobil Toyota Innova berpelat merah M 1090 GP teronggok bisu di sudut area parkir Terminal 1 Bandara Juanda.

Tak ada yang menaruh curiga, hingga bau menyengat pada Rabu (24/6/2026) mengungkap tabir horor di dalamnya. Ruly Yunis Setiawati (50), seorang ASN Pemkab Bangkalan, ditemukan tak bernyawa di kursi depan dengan kondisi membusuk.

Namun, di balik penemuan jasad tersebut, rekaman CCTV membuka lembaran misteri yang jauh lebih kelam. Siapakah pria bermasker yang mengemudikan mobil maut tersebut?

Rekaman kamera pengawas menunjukkan momen krusial pada Sabtu sore (20/6/2026), sekitar pukul 16.00 WIB. Mobil dinas itu memasuki kawasan bandara dengan tenang. Namun, pengemudinya bukanlah Ruly. Sosok pria asing mengenakan masker terlihat di balik kemudi.

Hal yang paling mencolok adalah posisi kursi penumpang depan sebelah kiri yang direbahkan rata. Di kursi itulah, Ruly diduga sudah terbujur kaku saat kendaraan memasuki bandara.

"Kami menduga Ibu RY ini saat dibawa ke bandara sudah dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi parkir itu hanya tempat untuk meninggalkan jasad, bukan lokasi utama korban menghembuskan napas terakhir," ungkap kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, Jumat (26/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Kejanggalan tak berhenti pada sosok pria bermasker. Keluarga menyoroti hilangnya sejumlah perhiasan emas yang biasanya tak pernah lepas dari tubuh Ruly. Gelang emas di kedua tangan, kalung, serta cincin di tangan kanan raib tanpa jejak.

Anehnya, saat ditemukan, posisi kerudung korban tampak sangat rapi, meski ia tidak mengenakan seragam dinasnya. Di tubuhnya, hanya tersisa sebuah cincin di tangan kiri dan satu anting di telinga kanan.

Di tengah pekatnya misteri ini, sebuah titik terang muncul dari ponsel milik korban yang ditemukan di dalam mobil. Setelah sempat terkunci, penyidik akhirnya berhasil membongkar akses ke dalam perangkat komunikasi tersebut.

Baca Juga: Teka-teki Mayat Wanita di Mobil Bandara Juanda Terkuak: Ternyata Pejabat di Pemkab Bangkalan

"Alhamdulillah ponselnya sudah bisa dibuka. Insyaallah dari sana nanti ada petunjuk baru mengenai komunikasi terakhir atau aktivitas digital korban sebelum kejadian," tambah Risang.

Load More