- Petugas Lapas Blitar menggagalkan penyelundupan narkoba berupa bungkusan misterius di area branggang pada Jumat, 24 Juli 2026 pagi.
- Pemeriksaan bungkusan tersebut menghasilkan temuan sebanyak 920 butir pil terlarang jenis Double L yang diduga dilempar dari luar tembok.
- Pihak lapas berkoordinasi dengan Satreskoba Polres Blitar Kota untuk melacak pelaku menggunakan rekaman kamera pengawas CCTV.
SuaraJatim.id - Tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar ternyata tak menyurutkan kreativitas para pengedar narkoba untuk menyelundupkan barang haram.
Namun, sepandai-pandainya melompat, aksi lempar dari luar kali ini harus kandas di tangan petugas yang sedang berjaga.
Jumat (24/07/2026) pagi, jarum jam menunjukkan pukul 10.18 WIB. Komandan Regu Pengamanan (Karupam) Suryo Wahyu Priawan bersama anggotanya, Sholakudin, sedang menyisir area branggang, lorong sempit di antara tembok pembatas dalam dan luar lapas, untuk kontrol rutin.
Langkah kaki kedua petugas terhenti saat mereka mencapai area belakang Blok C1, tepat di bawah Kamar 10. Mata tajam mereka menangkap sebuah pemandangan yang tidak lazim, sebuah bungkusan misterius tergeletak begitu saja di tanah, tak jauh dari dinding pembatas.
"Saat menyisir area branggang, kecurigaan petugas membuahkan hasil. Mereka mendapati benda asing yang tergeletak di dekat dinding," ungkap Kepala Lapas Blitar, Suwandi, Senin (27/07/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Setelah dilaporkan dan dibuka dengan saksama, isi bungkusan itu mengejutkan. Sebanyak kurang lebih 920 butir pil putih yang diidentifikasi sebagai obat terlarang jenis Double L ditemukan di dalamnya.
Pil-pil tersebut diduga sengaja dikirim oleh "kurir udara" luar tembok untuk diterima oleh penghuni lapas di dalam.
Siasat pengiriman ini tergolong klasik namun berani. Penyelundup memanfaatkan celah dengan cara melemparkan paket tersebut dari luar tembok lapas.
Namun, pelaku tampaknya lupa bahwa setiap jengkal area Lapas Blitar kini dipantau ketat. Aksi pelemparan ratusan pil tersebut dikabarkan terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV).
Baca Juga: Warga 4 Desa Melawan Penutupan Akses Bendungan Lahor
"Kami segera berkoordinasi dengan tim medis internal untuk identifikasi awal, dan hasilnya memang positif pil Double L," jelas Suwandi.
Tak ingin tinggal diam, pihak Lapas kini telah menggandeng Satreskoba Polres Blitar Kota untuk memburu siapa di balik pelemparan tersebut. Rekaman CCTV kini menjadi kartu as polisi untuk melacak identitas pelaku di luar area lapas.
Berita Terkait
-
Warga 4 Desa Melawan Penutupan Akses Bendungan Lahor
-
Terseret Skandal Nikah Siri dan Penelantaran Anak, Kursi Suwondo di DPRD Blitar Resmi Dicopot
-
Dulu 17 Ribu, Kini Hanya 7 Ribu: Apa yang Membuat Warga Blitar Takut Punya Anak?
-
Karier Panjang Aiptu EW Anggota Polres Blitar Kota Hancur di Tangan Narkoba
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI
-
Uang Judol Rp9 Miliar Milik Jaka Purnama Disetorkan ke Negara
-
Remaja Blega Nekat Terjun dari Menara BTS Ketinggian 100 Meter
-
Di Balik Remang Warung Pangku Gresik: HIV, Sifilis, hingga Jeratan Sabu Terbongkar
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya