- Seorang penjual jamu lanjut usia berinisial K di Kabupaten Blitar diduga tertipu uang palsu Rp300 ribu.
- Kapolsek Gandusari mendatangi kediaman korban pada Rabu, 29 Juli 2026, untuk memberikan bantuan dan dukungan moril.
- Polres Blitar menyelidiki kasus peredaran uang palsu tersebut serta mengumpulkan keterangan saksi guna memburu pelaku.
SuaraJatim.id - Hari apes tidak ada di kalender. Kalimat itu mungkin bisa menggambarkan nasib penjual jamu yang menjadi korban penimpuan.
Korban berinisial K (62) asal Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, diduga menjadi korban penipuan saat berjualan usai diduga menerima uang palsu senilai Rp300 ribu sebagai pembayaran dari seseorang yang membeli dagangannya.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman video yang memperlihatkan kondisi korban beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, perekam menyebut penjual jamu itu menerima uang yang diduga merupakan hasil cetakan dan bukan uang asli.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Gandusari AKP Nanang Budiarto bersama personel Bhabinkamtibmas mendatangi kediaman korban di Desa Garingan, Kecamatan Gandusari, Rabu (29/7/2026).
Selain memberikan dukungan moril, petugas juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada korban yang mengalami kerugian akibat dugaan tindak penipuan tersebut.
Di sisi lain, polisi langsung mengumpulkan keterangan dari korban dan sejumlah saksi untuk menelusuri kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi pelaku yang diduga mengedarkan uang palsu.
Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut dan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
"Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku di balik kasus ini. Kami tidak tinggal diam terhadap tindakan kejahatan yang merugikan masyarakat kecil," ujar Ardhy melansir Beritajatim-jaringan Suara.com.
Baca Juga: Terseret Skandal Nikah Siri dan Penelantaran Anak, Kursi Suwondo di DPRD Blitar Resmi Dicopot
Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai informasi dan barang bukti guna mengungkap pelaku maupun asal-usul uang yang diduga palsu tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat menerima uang tunai dalam setiap transaksi serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan atau mencurigai adanya peredaran uang palsu di lingkungan sekitar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026
-
Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia
-
Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi
-
Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang