Ronald Seger Prabowo
Rabu, 29 Juli 2026 | 18:27 WIB
Kebakaran melanda sebuah gudang arang milik Saiful di Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Rabu (29/7/2026) dini hari. [Beritajatim]
Baca 10 detik
  • Gudang arang milik Saiful di Bondowoso terbakar pada Rabu dini hari akibat sisa bara yang belum padam sepenuhnya.
  • Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai lima ratus juta rupiah.
  • Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar tujuh jam untuk memadamkan serta mendinginkan tumpukan arang di lokasi kejadian.

SuaraJatim.id - Kebakaran melanda sebuah gudang arang milik Saiful di Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Rabu (29/7/2026) dini hari.

Kebakaran diduga dipicu bara arang yang belum padam sepenuhnya saat dipindahkan ke gudang setelah proses panen.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, peristiwa tersebut menghanguskan gudang beserta tumpukan arang dan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Melansir Beritajatim-jaringan Suara.com, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 06.12 WIB. Berdasarkan hasil penelusuran awal, api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 02.00 WIB.

"Diduga kebakaran dipicu arang yang selesai dipanen pada sore hari kemudian dipindahkan ke gudang penyimpanan. Ternyata masih ada bara yang tersisa sehingga memicu api membesar dan membakar tumpukan arang di dalam gudang," ujar Vara.

Menerima laporan tersebut, petugas langsung mengerahkan empat armada pemadam yang terdiri atas Car Centro, Water Supply, Rescue, dan Isuzu Traga. Proses pemadaman juga dibantu para karyawan pabrik untuk mempercepat pengendalian api.

Menurut Vara, upaya pemadaman berlangsung selama sekitar tujuh jam karena arang yang terbakar masih menyimpan panas dan bara di bagian dalam tumpukan. Kondisi itu membuat petugas harus membongkar tumpukan arang satu per satu agar api benar-benar padam.

"Pemadaman berlangsung kurang lebih tujuh jam hingga memasuki tahap pendinginan. Saat ini petugas memastikan tidak ada bara yang masih tersisa agar api tidak kembali menyala," katanya.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Baca Juga: Panggung BDD 2026 Tampilkan Joget Tidak Pantas, Bupati Bondowoso Minta Maaf

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena kebakaran diduga dipicu oleh bara yang masih aktif meski arang telah selesai dipanen dan dipindahkan ke gudang penyimpanan.

Vara mengimbau para pelaku usaha pengolahan arang agar memastikan seluruh arang telah benar-benar dingin sebelum disimpan. Menurutnya, bara kecil yang masih tersisa dapat memicu kebakaran ketika tertutup tumpukan arang dalam jumlah besar.

"Kami mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha arang, agar memastikan tidak ada bara yang masih menyala sebelum arang disimpan. Langkah ini penting untuk mencegah kebakaran serupa terjadi kembali," pungkasnya.

Load More