- Dua perwira Ditresnarkoba Polda Jatim, Ipda Ttk dan Ipda Rio, diduga terlibat dalam jaringan narkotika internasional Malaysia.
- Pengungkapan kasus bermula saat Bareskrim Polri menangkap bandar narkoba bernama Pandi di Surabaya pada akhir Mei lalu.
- Pandi mengaku aliran dana transaksi narkotika miliknya dikendalikan oleh kedua perwira tersebut kepada penyidik Bareskrim Mabes Polri.
SuaraJatim.id - Kabar miring menerjang korps Bhayangkara di Jawa Timur. Dua sosok perwira di jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim, berinisial Ipda Ttk dan Ipda Rio, kini tengah menjadi sorotan tajam setelah nama mereka terseret dalam pusaran jaringan narkotika internasional asal Malaysia.
Keduanya disinyalir bukan sekadar penonton, melainkan bagian dari gurita peredaran sabu yang melintasi jalur Malaysia, Kalimantan, hingga bermuara di pusat-pusat transaksi di Surabaya dan Madura.
Tabir gelap ini mulai tersingkap ketika petugas Direktorat 4 Bareskrim Mabes Polri mencokok seorang pria bernama Pandi di kawasan Wonosari, Surabaya, akhir Mei lalu. Pandi bukanlah pemain baru. Dia dikenal sebagai bandar yang memiliki jangkauan luas.
Namun, kejutan sesungguhnya muncul saat penyidik menggeledah aliran dana dan melakukan pemeriksaan intensif. Pandi "bernyanyi".
Ia mengaku bahwa dirinya hanyalah pemilik rekening penampungan. Uang hasil transaksi barang haram yang jumlahnya fantastis itu diduga kuat mengalir dan dikendalikan oleh sang perwira, Ipda Ttk dan Ipda Rio.
"Pandi itu bandar besar. Infonya, dia sudah punya 'jalur aman' ke mana-mana," bisik seorang sumber yang mengetahui detail kasus ini namun meminta identitasnya dirahasiakan dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Menanggapi isu panas yang mencoreng citra institusi tersebut, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast memilih untuk berhati-hati.
Ia menegaskan bahwa pihak internal saat ini tengah melakukan koordinasi lintas fungsi untuk memastikan kebenaran fakta di lapangan.
"Saat ini kami belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai status perkara maupun identitas pihak-pihak yang disebutkan," ujar Kombes Pol Jules, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: Jaringan Narkoba Sistem Ranjau Penjual 11 Ribu Pil Koplo di Gresik Akhirnya Terungkap
"Informasi resmi baru akan disampaikan setelah kami memperoleh data yang valid dari fungsi yang menangani."
Berita Terkait
-
Jaringan Narkoba Sistem Ranjau Penjual 11 Ribu Pil Koplo di Gresik Akhirnya Terungkap
-
Bak Film Aksi, Pengedar Sabu di Bangkalan Kabur Lewat Genteng Lalu Nyungsep dari Plafon
-
Polda Jatim Ringkus Komplotan Penjual OTP Bermodal 25 Ribu SIM Card yang Raup Rp1,2 Miliar
-
Misteri Meledaknya Mesin Pengering di SPPG Ngawi: Saat Tombol 'Start' Mengubah Dapur Menjadi Petaka
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Murka Rumah Tangganya Hancur, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Habis Mobil Selingkuhan Istri
-
Gubernur Khofifah Raih PRIWOLA 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Komunikasi Publik di Jatim
-
Horor Tol Jomo KM 687: Diduga Sopir Mengantuk, Hiace Hantam Truk, 4 Nyawa Melayang
-
Lilin Harapan dari Jurnalis Surabaya untuk 8 Orang yang Hilang Menuju Gunung Anak Krakatau
-
Gumpalan Berbercak Darah Ditemukan di Parit, Polisi Lakukan Ekshumasi di Madiun