Wakos Reza Gautama
Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:32 WIB
Ilustrasi Kombes Jules Abraham Abast. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast menanggapi kabar miring dugaan keterlibatan dua oknum perwira Polda Jatim dalam jaringan narkoba internasional. [ANTARA/Rubby Jovan]
Baca 10 detik
  • Dua perwira Ditresnarkoba Polda Jatim, Ipda Ttk dan Ipda Rio, diduga terlibat dalam jaringan narkotika internasional Malaysia.
  • Pengungkapan kasus bermula saat Bareskrim Polri menangkap bandar narkoba bernama Pandi di Surabaya pada akhir Mei lalu.
  • Pandi mengaku aliran dana transaksi narkotika miliknya dikendalikan oleh kedua perwira tersebut kepada penyidik Bareskrim Mabes Polri.

SuaraJatim.id - Kabar miring menerjang korps Bhayangkara di Jawa Timur. Dua sosok perwira di jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim, berinisial Ipda Ttk dan Ipda Rio, kini tengah menjadi sorotan tajam setelah nama mereka terseret dalam pusaran jaringan narkotika internasional asal Malaysia.

Keduanya disinyalir bukan sekadar penonton, melainkan bagian dari gurita peredaran sabu yang melintasi jalur Malaysia, Kalimantan, hingga bermuara di pusat-pusat transaksi di Surabaya dan Madura.

Tabir gelap ini mulai tersingkap ketika petugas Direktorat 4 Bareskrim Mabes Polri mencokok seorang pria bernama Pandi di kawasan Wonosari, Surabaya, akhir Mei lalu. Pandi bukanlah pemain baru. Dia dikenal sebagai bandar yang memiliki jangkauan luas.

Namun, kejutan sesungguhnya muncul saat penyidik menggeledah aliran dana dan melakukan pemeriksaan intensif. Pandi "bernyanyi".

Ia mengaku bahwa dirinya hanyalah pemilik rekening penampungan. Uang hasil transaksi barang haram yang jumlahnya fantastis itu diduga kuat mengalir dan dikendalikan oleh sang perwira, Ipda Ttk dan Ipda Rio.

"Pandi itu bandar besar. Infonya, dia sudah punya 'jalur aman' ke mana-mana," bisik seorang sumber yang mengetahui detail kasus ini namun meminta identitasnya dirahasiakan dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Menanggapi isu panas yang mencoreng citra institusi tersebut, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast memilih untuk berhati-hati.

Ia menegaskan bahwa pihak internal saat ini tengah melakukan koordinasi lintas fungsi untuk memastikan kebenaran fakta di lapangan.

"Saat ini kami belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai status perkara maupun identitas pihak-pihak yang disebutkan," ujar Kombes Pol Jules, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga: Jaringan Narkoba Sistem Ranjau Penjual 11 Ribu Pil Koplo di Gresik Akhirnya Terungkap

"Informasi resmi baru akan disampaikan setelah kami memperoleh data yang valid dari fungsi yang menangani."

Load More