- Tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP di SPPG Kandangan, Ngawi, terkait ledakan mesin pengering pada 8 April 2026.
- Ledakan mesin tersebut mengakibatkan kerugian material mencapai Rp20 juta serta menyebabkan seorang pekerja mengalami luka bakar serius.
- Penyelidikan dilakukan untuk menentukan penyebab pasti ledakan guna menjadi dasar hukum serta evaluasi standar keselamatan kerja industri.
SuaraJatim.id - Selasa pagi (14/4/2026), suasana di SPPG Kandangan 2, Desa Kandangan, Ngawi, mendadak sibuk oleh kehadiran petugas berseragam khusus.
Bukan untuk memasak, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur ini datang untuk "membedah" sisa-sisa reruntuhan mesin pengering yang kini menjadi saksi bisu sebuah insiden mengerikan.
Langkah ini diambil untuk menguak tabir di balik ledakan hebat yang terjadi sepekan lalu, tepatnya pada Rabu malam (8/4/2026).
Waktu menunjukkan pukul 18.40 WIB saat dapur SPPG Kandangan 2 sedang menjalankan rutinitas pengeringan peralatan. Tiba-tiba, mesin pengering yang sedang beroperasi mendadak berhenti (macet). Tak menyangka akan terjadi petaka, salah satu pekerja mencoba menyalakan kembali mesin tersebut.
Begitu tombol 'Start' ditekan, suara auman mesin bukan kembali normal, melainkan meledak dengan hebat. Dentuman itu tidak hanya merusak area dapur dengan kerugian mencapai Rp20 juta, tetapi juga memakan korban.
Seorang pekerja harus dilarikan ke rumah sakit setelah jilatan api dari ledakan tersebut mengenai bagian wajahnya.
Mengingat dampak yang ditimbulkan cukup fatal, Polres Ngawi tidak ingin berspekulasi. Tim Labfor Polda Jatim yang dipimpin oleh Penata I Nevi Vitriyah Sutamto langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh.
"Pemeriksaan ini sangat penting untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan melalui metode ilmiah. Kami ingin memastikan apakah ini karena kegagalan teknis, kondisi alat, atau ada faktor kelalaian," ujar Kapolsek Ngawi Kota, AKP Jais Bintoro, saat mendampingi tim ahli di lokasi, Selasa (14/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Sepanjang pemeriksaan, petugas terlihat teliti memeriksa setiap komponen mesin, mulai dari sistem pemanas hingga instalasi kelistrikan.
Baca Juga: Di Balik Dapur MBG, Perjuangan Agus Menghidupi Keluarga dan Melunasi Utang
Hasil dari uji forensik ini nantinya akan menjadi dasar hukum sekaligus bahan evaluasi krusial bagi standar keselamatan kerja di industri serupa.
Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, melalui jajarannya memastikan bahwa penyelidikan ini dilakukan secara transparan dan profesional.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku industri tentang betapa krusialnya pemeliharaan alat kerja secara berkala. Hingga saat ini, korban luka bakar masih menjalani perawatan intensif.
Berita Terkait
-
Di Balik Dapur MBG, Perjuangan Agus Menghidupi Keluarga dan Melunasi Utang
-
Mencekam! Detik-Detik Ledakan Dahsyat di Dapur SPPG Ngawi, Pekerja Berhamburan di Tengah Reruntuhan
-
Temuan Satgas MBG Bangkalan: 41 SPPG Belum Kantongi Sertifikat Halal
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Dituntut 7 Tahun Penjara
-
Gunung Gombak Membara 8 Jam: Api Nyaris Jilat Rumah Warga, 15 Hektar Ludes Jadi Abu
-
Horor di Sampang: Bocah Di bawah Umur Digilir 27 Predator, 14 Pelaku Masih Berkeliaran
-
BRI Berkontribusi Pajak Tertinggi di Industri Keuangan Bersama Danantara
-
Gubernur Khofifah Luncurkan Gernas Rana MPLS Ramah 2026, Pastikan Siswa Belajar Aman Tanpa Kekerasan