- Seorang bocah perempuan empat tahun di Situbondo diduga dicabuli tetangganya yang berusia 60 tahun pada Maret 2026.
- Keluarga korban resmi melaporkan tindakan asusila tersebut kepada Satreskrim Polres Situbondo pada tanggal 26 Mei 2026.
- Polres Situbondo sedang melakukan penyelidikan intensif dengan memeriksa empat saksi untuk menjerat pelaku sesuai undang-undang perlindungan anak.
SuaraJatim.id - Duka mendalam kini menyelimuti sebuah keluarga di Situbondo, Jawa Timur. Seorang bocah perempuan yang baru menginjak usia empat tahun diduga menjadi korban aksi tak senonoh oleh tetangganya sendiri, seorang pria yang usianya sudah memasuki senja, 60 tahun.
Kasus yang mengiris hati ini kini tengah berada dalam penanganan serius Satreskrim Polres Situbondo. Polisi mulai merajut benang merah peristiwa setelah pihak keluarga akhirnya memiliki keberanian untuk menuntut keadilan.
Kejadian memilukan ini bermula pada sebuah Jumat siang, 13 Maret 2026 lalu. Namun, rahasia kelam itu tidak langsung terungkap.
Luka fisik dan psikis yang dialami korban baru perlahan terendus ketika sang bocah terus-menerus mengeluh sakit pada bagian vitalnya.
Meski sempat ketakutan dan menolak diperiksa, kecemasan orang tua tak terbendung. Pada 19 Maret 2026, mereka membawa sang anak ke dokter spesialis anak di RSUD Besuki.
Di sanalah, melalui pendampingan yang penuh kesabaran, kebenaran pahit mulai terucap dari bibir kecil sang korban. Ia mengaku telah dicabuli oleh kakek yang selama ini tinggal di dekat rumah mereka.
Bak disambar petir di siang bolong, pengakuan itu meruntuhkan pertahanan keluarga. Setelah berupaya mengumpulkan kekuatan, mereka resmi melayangkan laporan ke Polres Situbondo pada 26 Mei 2026.
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Hingga Jumat (29/5/2026), proses penyelidikan telah berjalan dengan pemeriksaan terhadap empat orang saksi kunci.
"Kami sudah meminta keterangan dari empat orang saksi. Untuk keterangan korban maupun pelapor, saat ini masih dalam proses pendalaman penyelidikan," jelas AKP Agung Hartawan.
Baca Juga: Topeng Pembina Pramuka: Mahasiswa Surabaya Tega Cabuli Siswi SMP 10 Kali
Pihak kepolisian bergerak hati-hati namun pasti. Mengingat usia korban yang sangat belia, proses pengambilan keterangan memerlukan perlakuan khusus agar tidak menambah beban trauma yang sudah ada.
Tak ada ruang bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Polisi telah menyiapkan jeratan pasal berlapis untuk menyeret terlapor ke balik jeruji besi.
Si kakek terancam dijerat dengan Pasal 76E jo 82 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Anak, serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026
-
Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia