- Mahasiswa PTN Surabaya berinisial SA ditangkap polisi karena menyetubuhi siswi SMP sebanyak sepuluh kali sejak November 2025.
- Pelaku memanfaatkan lingkungan sekolah yang sepi, seperti laboratorium dan gudang, untuk melancarkan aksi bejatnya kepada korban.
- Kasus terungkap setelah orang tua korban menemukan bukti percakapan di ponsel dan melaporkan pelaku pada April 2026.
SuaraJatim.id - SA, seorang mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Surabaya, kini tak lagi bisa bersembunyi setelah jejak kejahatannya terbongkar.
Bukannya memberikan teladan sebagai pembina Pramuka, SA justru memanfaatkan jabatan dan celah sepinya lingkungan sekolah untuk melancarkan aksi keberingasannya kepada anak didiknya sendiri, K, yang masih duduk di bangku SMP.
Aksi bejat SA bukan terjadi satu atau dua kali, melainkan hingga sepuluh kali. Fakta ini terungkap dalam penyelidikan Satres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya.
Laboratorium komputer sekolah menjadi lokasi pertama sekaligus saksi bisu penderitaan korban pada November 2025 lalu.
"Di laboratorium itu, pelaku melakukan aksinya hingga empat kali. Korban sempat melawan, namun karena kalah tenaga, ia tak berdaya menghadapi pelaku," ungkap Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, Rabu (20/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Seolah tak puas, SA terus memburu korbannya. Ia memanfaatkan setiap sudut sekolah yang luput dari pengawasan. Mulai dari kamar mandi, gudang sekolah, hingga sebuah rumah kosong di dekat lingkungan sekolah menjadi tempat kejadian perkara (TKP) dari sepuluh kali rangkaian persetubuhan tersebut.
Kejahatan yang tersembunyi selama berbulan-bulan ini akhirnya runtuh karena naluri orang tua. Ayah dan ibu K mulai merasa ada yang tak beres dengan perubahan sikap putri mereka. Kecurigaan itu membawa mereka membuka ponsel milik korban.
Betapa hancurnya hati mereka saat menemukan bukti percakapan dan fakta pahit bahwa sang anak telah menjadi korban predator seksual yang selama ini mereka percayai sebagai guru pembimbing. Laporan segera dilayangkan pada 8 April 2026, yang berujung pada penangkapan SA seminggu kemudian.
Saat diinterogasi petugas, SA hanya bisa tertunduk. Mahasiswa tersebut mengaku nekat melakukan perbuatannya hanya karena alasan nafsu sesaat.
Baca Juga: Kasur dan Tisu Jadi Saksi Bisu Kasus Asusila: Polisi Geledah Ponpes di Ponorogo
"Iya, saya lakukan saat sekolah sudah kosong karena tidak bisa menahan syahwat," ujar SA.
Berita Terkait
-
Kasur dan Tisu Jadi Saksi Bisu Kasus Asusila: Polisi Geledah Ponpes di Ponorogo
-
Mantan Guru SMA Terancam 9 Tahun Penjara Usai Cabuli Belasan Anak di Kediri
-
Kedok Pijat Refleksi: Pimpinan Ponpes di Ponorogo Cabuli 11 Santrinya
-
Detik-detik Cak Ji Gerebek Rumah Ratu Arisan Bodong Surabaya: Keluarga Nyaris Diamuk Biduan
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Koalisi Jagalah Warga Dorong Komdigi Lindungi Masyarakat dari Penipuan Transaksi Digital
-
Terciduk Nyabu di Hotel Surabaya, Tiga Anggota DPRD Fraksi Gerindra Terancam Dipecat
-
Modal Rp19 Juta, Ini Upaya BRILink Agen Ria Irawan yang Kini Berbuah Manis
-
Menguak Episentrum Ledakan Pakuwon City: Tabung Elpiji 50 Kg dan Kompor Diangkut Labfor
-
Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar