- Seorang napi berinisial Y melarikan diri dari Lapas Kelas I Madiun dengan bersembunyi di bawah truk logistik pada Rabu (1/7/2026).
- Tim gabungan berhasil meringkus kembali Y di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah buron selama sepekan masa pelarian sejak kejadian.
- Akibat tindakannya, Y kehilangan hak remisi dan petugas lapas yang lalai kini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak berwenang.
SuaraJatim.id - Sebuah truk boks logistik yang melintas di pintu keluar Lapas Kelas I Madiun ternyata membawa penumpang gelap yang nekat.
Adalah Y, seorang narapidana kasus pemalsuan dokumen, yang berhasil membobol sistem keamanan lapas dengan cara bergelantungan di kolong truk pada Rabu (1/7/2026).
Pelarian ini sempat membuat pihak lapas kecolongan. Petugas baru menyadari hilangnya sang warga binaan saat apel sore digelar dan jumlah penghuni sel tak lagi genap.
Namun, setelah sepekan menghirup udara bebas sebagai buronan, petualangan pria asal Surabaya itu akhirnya kandas di tangan tim gabungan.
Misteri kaburnya Y terpecahkan saat petugas memutar ulang rekaman kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman tersebut, terlihat Y memanfaatkan celah waktu saat truk logistik hendak keluar area lapas.
Dengan gerakan cepat, ia menyelinap dan bersembunyi di bagian bawah kendaraan, menghindari tatapan penjaga gerbang.
"Mohon maaf kepada teman-teman media dan masyarakat atas kejadian ini. Hal ini terjadi karena adanya kelalaian dari rekan-rekan petugas," ujar Koordinator Humas Lapas Kelas I Madiun, Ariya Juni Pratama, Selasa (7/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Sepekan lamanya Y menjadi target pengejaran tim gabungan. Pelariannya berakhir. Petugas berhasil mengendus keberadaannya di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Y diringkus tanpa perlawanan dan langsung digelandang kembali ke balik jeruji besi.
Baca Juga: Madiun Guncang Dunia: Trionda Bola Tercanggih Piala Dunia 2026 Ternyata Made in Jatim
Padahal, Y baru menjalani sekitar satu tahun masa pidananya. Kini, aksi nekatnya itu justru berbuah pahit dan memperburuk status hukumnya di mata negara.
Pihak Lapas Madiun bertindak tegas atas insiden ini. Ariya memastikan bahwa hak-hak Y sebagai warga binaan akan dipangkas habis sebagai sanksi atas pelariannya.
"Dipastikan ia tidak akan mendapatkan remisi (potongan masa tahanan). Ada kemungkinan besar ia juga akan dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan lain dengan tingkat pengamanan yang jauh lebih ketat," tegas Ariya.
Bukan hanya Y yang menanggung beban. Kelalaian di pintu gerbang Lapas Kelas I Madiun ini berbuntut panjang bagi para petugas yang berjaga saat kejadian.
Tim dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur telah turun tangan melakukan pemeriksaan intensif.
Berita Terkait
-
Madiun Guncang Dunia: Trionda Bola Tercanggih Piala Dunia 2026 Ternyata Made in Jatim
-
Kabel Listrik Putus Cabut Nyawa Gadis Remaja di Jalan Nasional Madiun
-
Tabrakan Hiace vs Truk di KM 619 Tol Solo-Kertosono, Dua Nyawa Melayang
-
Bayi 2 Minggu Dibuang di Jembatan Madiun, Identitas Ayah Terbongkar, Sang Ibu Menghilang
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Aksi Nekat Masuk Kolong Truk: Drama Pelarian Napi Lapas Madiun Berakhir di Pati
-
Skandal Mahasiswi Bangkalan Buang Bayi Hasil Cinta Terlarang
-
Kecelakaan Maut di Lampu Merah Pandaan: Kontainer Blong Sapu Antrean Motor, 3 Nyawa Melayang
-
Gubernur Khofifah & Pangdam V/Brawijaya Lepas Karnaval Budaya di Bangkalan: Bakti TNI untuk Negeri
-
Menyibak Jejak Pemukiman Elit Era Majapahit di Balik Lantai Segi Enam Sentonorejo