Wakos Reza Gautama
Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:38 WIB
Polsek Manguharjo Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota menangani kasus penemuan seorang bayi laki-laki yang dibuang di area Jembatan Ring Road, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Seorang warga menemukan bayi laki-laki berusia dua minggu di bawah Jembatan Ring Road, Madiun, pada Jumat pagi (15/5/2026).
  • Bayi berinisial AN berhasil diselamatkan warga dan pihak kepolisian setelah dibawa ke RSUD Kota Madiun untuk penanganan medis.
  • Polisi telah mengidentifikasi ayah bayi tersebut, sementara keberadaan ibu bayi masih dalam pencarian untuk mengungkap motif kejadian ini.

SuaraJatim.id - Pagi di kawasan Jembatan Ring Road, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jumat (15/5/2026), mendadak pecah oleh suara tangisan seorang bayi laki-laki yang ditinggalkan di tengah dinginnya beton jembatan.

Seorang warga yang tengah asyik menyabit rumput untuk pakan ternak tertegun. Langkahnya terhenti saat matanya menangkap pemandangan pilu. Sebuah kantong plastik biru yang dibungkus kantong kertas cokelat tergeletak begitu saja di tanah.

Saat bungkusan itu dibuka di dalamnya, bayi mungil yang diperkirakan baru berusia dua minggu terbaring. Sang bayi mengenakan pakaian lengkap yang rapi, bahkan dibekali sebotol susu di sampingnya.

"Saksi menemukan bayi tersebut sekitar pukul 08.00 WIB setelah menelusuri sumber suara tangisan di area jembatan," ungkap Kapolsek Manguharjo, Kompol Lilik Sulastri.

Warga bergerak cepat. Bayi malang tersebut segera dievakuasi dan dilaporkan ke pihak berwajib sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Kota Madiun. Beruntung, nyawa sang bayi yang kemudian diketahui berinisial AN ini berhasil diselamatkan.

Hanya dalam hitungan jam, teka-teki siapa orang tua bayi AN mulai terkuak. Berdasarkan gerak cepat jajaran Polsek Manguharjo dan Tim Inafis Polres Madiun Kota, polisi berhasil menemukan kediaman orang tua sang bayi di wilayah Manguharjo.

Sebuah fakta mengejutkan muncul. Ayah sang bayi, BS (36), mengaku tidak tahu-menahu jika darah dagingnya ditinggalkan di bawah jembatan.

Saat kejadian, BS tengah berada di tempat kerja. Dunia seolah runtuh saat polisi membawanya ke rumah sakit untuk mengidentifikasi AN.

"Ayah sang bayi baru pulang kerja. Setelah dicek di rumah sakit, Alhamdulillah, benar itu anaknya. Saat ini ayahnya sudah mendampingi di rumah sakit," tambah Kompol Lilik.

Baca Juga: Skenario Palsu Ibu Muda di Blitar: Karang Cerita Temukan Bayi karena Takut Dimarahi Ortu

Namun, drama ini belum usai. Sang ibu, NA (35), yang seharusnya menjadi pelindung utama sang bayi, kini menghilang bak ditelan bumi.

Keberadaannya masih menjadi misteri, sekaligus menjadi kunci utama untuk mengungkap motif di balik tindakan nekat membuang bayi tersebut.

Di tengah penyelidikan dan olah TKP yang masih berlangsung, Kompol Lilik menyelipkan pesan menyentuh bagi warga Madiun. Ia berharap masalah keluarga, seberat apapun itu, tidak seharusnya mengorbankan nyawa tak berdosa.

"Monggo silakan datang ke Polsek kalau ada unek-unek. Kita bisa jembatani untuk mencarikan solusi, agar tidak berujung pada tindakan yang merugikan seperti ini," tuturnya. (ANTARA)

Load More