Wakos Reza Gautama
Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:16 WIB
Kebakaran melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSUD dr Soetomo Surabaya disebabkan korsleting kabel lemari es. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Kebakaran terjadi di ruang farmasi Gedung PPJT RSUD dr. Soetomo akibat korsleting listrik kabel lemari es, Jumat (15/5/2026).
  • Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 18 armada untuk menjinakkan api serta mengeluarkan asap pekat dari dalam gedung melalui jendela.
  • Proses pemadaman api pokok selesai pukul 07.35 WIB dan situasi dinyatakan sepenuhnya aman setelah pembasahan tuntas pukul 09.58 WIB.

SuaraJatim.id - Siapa sangka, sebuah perangkat sederhana di ruang farmasi hampir saja berujung petaka besar. Jumat (15/5/2026) pagi, ketika aktivitas medis di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr. Soetomo baru saja dimulai, sebuah alarm bahaya memecah ketenangan.

Bukan api besar yang langsung terlihat, melainkan kepulan asap hitam yang merayap cepat, menyelinap ke lorong-lorong perawatan, dan memaksa para pahlawan pemadam kebakaran berjibaku melawan waktu.

Hasil investigasi awal menguak fakta mengejutkan. Sumber kekacauan ini bukan berasal dari peralatan medis canggih bernilai miliaran rupiah, melainkan dari seutas kabel lemari es penyimpan obat di lantai lima.

Korsleting listrik pada lemari es tersebut memicu percikan api yang dengan cepat melahap area sekitar empat kali tiga meter di ruang farmasi. Meski areanya tergolong kecil, dampak yang ditimbulkan luar biasa masif.

"Penyebab kebakaran dipastikan dari korsleting listrik kabel lemari es di ruang farmasi," tegas Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Surabaya, M. Rokhim, dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Laporan pertama masuk ke markas pemadam pada pukul 06.33 WIB. Hanya dalam lima menit, unit tempur dari Pos Menur sudah tiba di lokasi. Namun, tantangan sesungguhnya bukan hanya menjinakkan api, melainkan "perang" melawan asap yang terjebak di dalam gedung.

Arsitektur gedung yang modern dengan jendela-jendela kaca permanen justru menjadi bumerang saat darurat. Asap pekat tak punya jalan keluar, membuat lorong rumah sakit menjadi labirin hitam yang menyesakkan.

Tak ada pilihan lain. Demi menyelamatkan nyawa dan mempercepat sirkulasi udara, petugas terpaksa melakukan tindakan ekstrem: memecahkan kaca-kaca jendela gedung.

"Kami juga harus menggunakan mesin peniup udara (smoke ejector) untuk memaksa asap keluar dari dalam gedung," tambah Rokhim.

Baca Juga: Penjelasan RSUD dr Soetomo Mengenai Pasien Meninggal saat Kebakaran di Gedung PPJT

Kesungguhan petugas dalam menangani gedung vital ini terlihat dari kekuatan yang dikerahkan. Sebanyak 18 armada gabungan diterjunkan ke lokasi.

Bahkan, unit tangga raksasa Bronto Skylift tampak menjulang, bersiaga di luar gedung untuk menjangkau lantai enam jika situasi memburuk.

Setelah perjuangan melelahkan, api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 07.35 WIB. Namun, petugas tak mau kecolongan. Proses pembasahan dilakukan dengan sangat teliti hingga situasi benar-benar dinyatakan aman pada pukul 09.58 WIB.

Load More