- Kebakaran terjadi di ruang farmasi Gedung PPJT RSUD dr. Soetomo akibat korsleting listrik kabel lemari es, Jumat (15/5/2026).
- Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 18 armada untuk menjinakkan api serta mengeluarkan asap pekat dari dalam gedung melalui jendela.
- Proses pemadaman api pokok selesai pukul 07.35 WIB dan situasi dinyatakan sepenuhnya aman setelah pembasahan tuntas pukul 09.58 WIB.
SuaraJatim.id - Siapa sangka, sebuah perangkat sederhana di ruang farmasi hampir saja berujung petaka besar. Jumat (15/5/2026) pagi, ketika aktivitas medis di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr. Soetomo baru saja dimulai, sebuah alarm bahaya memecah ketenangan.
Bukan api besar yang langsung terlihat, melainkan kepulan asap hitam yang merayap cepat, menyelinap ke lorong-lorong perawatan, dan memaksa para pahlawan pemadam kebakaran berjibaku melawan waktu.
Hasil investigasi awal menguak fakta mengejutkan. Sumber kekacauan ini bukan berasal dari peralatan medis canggih bernilai miliaran rupiah, melainkan dari seutas kabel lemari es penyimpan obat di lantai lima.
Korsleting listrik pada lemari es tersebut memicu percikan api yang dengan cepat melahap area sekitar empat kali tiga meter di ruang farmasi. Meski areanya tergolong kecil, dampak yang ditimbulkan luar biasa masif.
"Penyebab kebakaran dipastikan dari korsleting listrik kabel lemari es di ruang farmasi," tegas Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Surabaya, M. Rokhim, dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Laporan pertama masuk ke markas pemadam pada pukul 06.33 WIB. Hanya dalam lima menit, unit tempur dari Pos Menur sudah tiba di lokasi. Namun, tantangan sesungguhnya bukan hanya menjinakkan api, melainkan "perang" melawan asap yang terjebak di dalam gedung.
Arsitektur gedung yang modern dengan jendela-jendela kaca permanen justru menjadi bumerang saat darurat. Asap pekat tak punya jalan keluar, membuat lorong rumah sakit menjadi labirin hitam yang menyesakkan.
Tak ada pilihan lain. Demi menyelamatkan nyawa dan mempercepat sirkulasi udara, petugas terpaksa melakukan tindakan ekstrem: memecahkan kaca-kaca jendela gedung.
"Kami juga harus menggunakan mesin peniup udara (smoke ejector) untuk memaksa asap keluar dari dalam gedung," tambah Rokhim.
Baca Juga: Penjelasan RSUD dr Soetomo Mengenai Pasien Meninggal saat Kebakaran di Gedung PPJT
Kesungguhan petugas dalam menangani gedung vital ini terlihat dari kekuatan yang dikerahkan. Sebanyak 18 armada gabungan diterjunkan ke lokasi.
Bahkan, unit tangga raksasa Bronto Skylift tampak menjulang, bersiaga di luar gedung untuk menjangkau lantai enam jika situasi memburuk.
Setelah perjuangan melelahkan, api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 07.35 WIB. Namun, petugas tak mau kecolongan. Proses pembasahan dilakukan dengan sangat teliti hingga situasi benar-benar dinyatakan aman pada pukul 09.58 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Empat Residivis Curanmor Dibekuk Jatanras Polda Jatim, 13 Motor Jadi Sasaran
-
Pilu! Korban KM Virgo Transport 8 Dimakamkan di Madiun, Tinggalkan Istri dan Empat Anak
-
Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI
-
Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar
-
Dentuman Semeru Menggelegar Senin Malam Terekam CCTV, Petugas Ungkap Fakta di Baliknya