- Seorang balita meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai tiga RS Hermina Madiun pada Rabu, 29 April 2026.
- Insiden terjadi saat pendamping balita sedang berkonsultasi dengan terapis setelah sesi terapi anak tersebut selesai dilakukan.
- Polres Madiun Kota sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap peristiwa jatuhnya balita tersebut untuk mengumpulkan data dan bukti.
SuaraJatim.id - Sebuah rumah sakit seharusnya menjadi tempat penyembuhan dan harapan. Namun, bagi keluarga balita berinisial I, RS Hermina Madiun justru berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang merenggut nyawa buah hati mereka.
Rabu sore (29/4/2026) yang tenang mendadak pecah oleh jerit histeris dan kepanikan di area parkir mobil rumah sakit tersebut.
Di atas aspal yang keras, tubuh mungil I ditemukan tergeletak tak berdaya. Balita asal Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun itu terjatuh dari ketinggian lantai tiga, sebuah insiden yang kini meninggalkan luka mendalam sekaligus tanda tanya besar mengenai sistem pengamanan di sana.
Balita I bukanlah pengunjung biasa. Hari itu, ia datang didampingi walinya untuk menjalani sesi terapi di klinik tumbuh kembang. Sebagai anak berkebutuhan khusus dengan kondisi hiperaktif, I membutuhkan perhatian ekstra setiap detiknya.
Tragedi bermula saat sesi terapi dinyatakan selesai. Di tengah suasana ruang konsultasi, sang pendamping masih terlibat pembicaraan serius dengan terapis mengenai perkembangan kondisi I.
Namun, dalam hitungan menit, saat perhatian orang dewasa teralihkan oleh diskusi medis, I diduga lepas dari pengawasan.
Langkah-langkah kecil sang balita membawanya keluar dari ruangan, menjauh dari jangkauan mata sang pendamping, hingga akhirnya mencapai titik fatal di lantai tiga yang berujung pada kejatuhan maut.
Petaka itu langsung direspons cepat. Petugas medis segera melarikan I ke ruang Intensive Care Unit (ICU). Luka-luka serius di sekujur tubuhnya menjadi bukti betapa kerasnya benturan yang ia alami. Tim medis telah berupaya maksimal, dan doa-doa terus dipanjatkan oleh keluarga yang terguncang.
Namun takdir berkata lain. Setelah berjuang melewati masa kritis selama hampir 24 jam, balita malang itu mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, KAI Madiun Batalkan 2 Jadwal Keberangkatan
Polres Madiun Kota kini bergerak cepat untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, menegaskan bahwa tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) tengah melakukan penyelidikan menyeluruh.
"Kasus ini masih dalam tahap pengumpulan data dan bukti-bukti lapangan oleh tim Satreskrim," ujar AKBP Wiwin pada Jumat (1/5/2026). (ANTARA)
Berita Terkait
-
Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, KAI Madiun Batalkan 2 Jadwal Keberangkatan
-
Ijazah Jadi Tawanan: Siasat Culas Perusahaan di Madiun Gembok Masa Depan Buruh dengan Uang Tebusan
-
Misteri Pelajar SMK Diduga Ceburkan Diri ke Sungai Bengawan Madiun, Pencarian Masih Dilakukan
-
Amarah Berujung Maut: Nenek di Kediri Menghajar Cucu dengan Kayu Hingga Tewas karena Ogah Makan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT