Wakos Reza Gautama
Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:47 WIB
Ilustrasi mayat anak. Polres Madiun Kota menangani kasus seorang balita yang meninggal dunia diduga akibat terjatuh dari lantai tiga Rumah Sakit Hermina, Kota Madiun, Jawa Timur. [Antara]
Baca 10 detik
  • Seorang balita meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai tiga RS Hermina Madiun pada Rabu, 29 April 2026.
  • Insiden terjadi saat pendamping balita sedang berkonsultasi dengan terapis setelah sesi terapi anak tersebut selesai dilakukan.
  • Polres Madiun Kota sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap peristiwa jatuhnya balita tersebut untuk mengumpulkan data dan bukti.

SuaraJatim.id - Sebuah rumah sakit seharusnya menjadi tempat penyembuhan dan harapan. Namun, bagi keluarga balita berinisial I, RS Hermina Madiun justru berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang merenggut nyawa buah hati mereka.

Rabu sore (29/4/2026) yang tenang mendadak pecah oleh jerit histeris dan kepanikan di area parkir mobil rumah sakit tersebut.

Di atas aspal yang keras, tubuh mungil I ditemukan tergeletak tak berdaya. Balita asal Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun itu terjatuh dari ketinggian lantai tiga, sebuah insiden yang kini meninggalkan luka mendalam sekaligus tanda tanya besar mengenai sistem pengamanan di sana.

Balita I bukanlah pengunjung biasa. Hari itu, ia datang didampingi walinya untuk menjalani sesi terapi di klinik tumbuh kembang. Sebagai anak berkebutuhan khusus dengan kondisi hiperaktif, I membutuhkan perhatian ekstra setiap detiknya.

Tragedi bermula saat sesi terapi dinyatakan selesai. Di tengah suasana ruang konsultasi, sang pendamping masih terlibat pembicaraan serius dengan terapis mengenai perkembangan kondisi I.

Namun, dalam hitungan menit, saat perhatian orang dewasa teralihkan oleh diskusi medis, I diduga lepas dari pengawasan.

Langkah-langkah kecil sang balita membawanya keluar dari ruangan, menjauh dari jangkauan mata sang pendamping, hingga akhirnya mencapai titik fatal di lantai tiga yang berujung pada kejatuhan maut.

Petaka itu langsung direspons cepat. Petugas medis segera melarikan I ke ruang Intensive Care Unit (ICU). Luka-luka serius di sekujur tubuhnya menjadi bukti betapa kerasnya benturan yang ia alami. Tim medis telah berupaya maksimal, dan doa-doa terus dipanjatkan oleh keluarga yang terguncang.

Namun takdir berkata lain. Setelah berjuang melewati masa kritis selama hampir 24 jam, balita malang itu mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, KAI Madiun Batalkan 2 Jadwal Keberangkatan

Polres Madiun Kota kini bergerak cepat untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, menegaskan bahwa tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) tengah melakukan penyelidikan menyeluruh.

"Kasus ini masih dalam tahap pengumpulan data dan bukti-bukti lapangan oleh tim Satreskrim," ujar AKBP Wiwin pada Jumat (1/5/2026). (ANTARA)

Load More