- Ribuan orang memadati jalur pendakian Cemoro Sewu, Gunung Lawu, untuk merayakan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
- Data Perhutani mencatat lonjakan drastis hingga mencapai lebih dari 1.500 pendaki yang melakukan aktivitas wisata dan ritual spiritual.
- BPBD Magetan menerjunkan personel untuk bersiaga penuh di jalur pendakian guna memastikan keselamatan pendaki selama periode libur tersebut.
SuaraJatim.id - Udara dingin yang menusuk tulang di lereng Gunung Lawu tak menyurutkan langkah ribuan orang untuk menapaki jalur Cemoro Sewu.
Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, atau yang lebih dikenal sebagai Malam 1 Suro, kembali mengubah gunung di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah ini menjadi magnet spiritual dan wisata yang luar biasa.
Bagi masyarakat Jawa, Gunung Lawu bukan sekadar tumpukan tanah dan batuan. Ia adalah saksi bisu sejarah dan pusat energi spiritual.
Tak heran, pada momen pergantian tahun ini, jalur pendakian legendaris di Kecamatan Plaosan, Magetan, tersebut dibanjiri oleh mereka yang ingin sekadar berwisata alam maupun menjalani ritual sakral di ketinggian 3.265 MDPL.
Data dari Perhutani BKPH Lawu Selatan menunjukkan lonjakan yang drastis. Pada Jumat (12/6/2026) suasana masih relatif sepi dengan hanya 95 pendaki, keadaan berbalik 180 derajat saat memasuki akhir pekan.
Lautan manusia mulai terlihat sejak Sabtu (13/6/2026) dengan 395 pendaki, disusul 394 pendaki pada Minggu. Puncaknya terjadi pada Senin (15/6/2026), di mana 418 orang secara serentak mendaki jalur Cemoro Sewu.
Secara akumulatif, lebih dari 1.500 tapak kaki telah melintasi gerbang pendakian dalam kurun waktu lima hari saja.
"Momentum 1 Muharram memang selalu menjadi magnet. Campuran antara penghobi alam dan mereka yang menjalankan tradisi spiritual membuat aktivitas di Lawu meningkat signifikan," ujar Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, Selasa (16/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Membeludaknya pendaki tentu membawa tantangan keselamatan yang besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan tak mau kecolongan. Tim pasukan oranye pun diterjunkan untuk bersiaga penuh di Pos Cemoro Sewu hingga 18 Juni mendatang.
Baca Juga: Ratusan Pendaki Padati Gunung Lawu Demi Ritual 1 Suro
Kalaksa BPBD Magetan, Eka Radityo, menegaskan bahwa keselamatan adalah harga mati di tengah cuaca gunung yang tak menentu.
"Atas permintaan Perhutani, kami menyiagakan personel setiap hari untuk memantau situasi. Kami ingin memastikan tradisi dan wisata ini berlangsung aman tanpa insiden," jelas Eka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet
-
Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO
-
Pikap KDMP Terlibat Tabrakan Beruntun dengan Bus Peziarah di Ponorogo, Begini Nasib Penumpangnya
-
Madura United Pulangkan Hugo Gomes, Perkuat Lini Tengah Hadapi Super League 2026/2027
-
Misteri di Balik Makam yang Dibongkar: Suami Laporkan Rahasia Gelap Staf Kejari Mojokerto ke Polisi