- Sebanyak 390 pendaki memadati jalur Cemorosewu, Gunung Lawu, untuk melakukan ritual spiritual menyambut malam 1 Suro pada 15 Juni 2026.
- BPBD Magetan mencatat pendaki melakukan kegiatan berkemah di puncak dan perjalanan langsung demi mencari keberkahan di ketinggian gunung tersebut.
- Petugas gabungan bersiaga mengantisipasi risiko suhu ekstrem serta potensi kebakaran hutan akibat aktivitas pendakian selama momentum 1 Suro.
SuaraJatim.id - Menjelang pergantian tahun dalam kalender Jawa atau malam 1 Suro, Gunung Lawu di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah ini kembali menjadi saksi bisu ribuan langkah kaki yang mencari keberkahan.
Hingga Minggu (14/6/2026), BPBD Kabupaten Magetan mencatat gelombang pendaki telah memadati jalur Cemorosewu di Desa Ngancar, Plaosan.
Bagi masyarakat Jawa, Gunung Lawu bukanlah sekadar tumpukan tanah dan batuan. Lawu adalah pusat spiritualitas. Pada momentum 1 Muharram 1448 Hijriah atau 1 Suro ini, tercatat sedikitnya 390 pendaki telah memulai perjalanan mereka menembus kabut.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, mengungkapkan bahwa aktivitas di jalur legendaris Cemorosewu telah meningkat tajam.
"Sebanyak 150 orang memilih berkemah di puncak untuk menyambut fajar 1 Suro, sementara 240 lainnya memilih jalur 'tektok' atau langsung turun," jelasnya.
Bagi banyak orang, mendaki Lawu di malam Suro adalah ritual ngalap berkah atau tirakat, sebuah upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta lewat sunyinya alam liar.
Musim kemarau membawa suhu udara yang jauh lebih dingin dari biasanya di ketinggian 3.265 MDPL. Petugas gabungan dari TNI, Polri, Perhutani, hingga relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL) telah bersiaga penuh.
"Kami mengingatkan pendaki untuk membawa perlengkapan memadai. Suhu bisa menjadi sangat ekstrem di atas sana," peringat Eka.
Selain ancaman hipotermia, keringnya vegetasi di sepanjang jalur pendakian juga memicu risiko kebakaran hutan. Pendaki dilarang keras membuat api unggun atau melakukan aktivitas yang memicu percikan api.
Baca Juga: Cinderella dari Lereng Lawu: Kisah Haru Gadis Desa Dipinang Nakhoda Taiwan dengan Mahar Rp580 Juta
Ketegangan dan kemeriahan diprediksi akan mencapai puncaknya pada malam 1 Suro yang jatuh pada hari Senin (15/6/2026). (ANTARA)
Berita Terkait
-
Cinderella dari Lereng Lawu: Kisah Haru Gadis Desa Dipinang Nakhoda Taiwan dengan Mahar Rp580 Juta
-
Petani Magetan Terbujur Kaku di Pematang Sawah Tersengat Listrik Pompa Air
-
Kronologi Kecelakaan Beruntun Magetan yang Menewaskan Satu Pemotor
-
Permainan Licin Pokmas Boneka: Siasat Ketua DPRD Magetan cs Manipulasi Dana Pokir Ratusan Miliar
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet
-
Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO
-
Pikap KDMP Terlibat Tabrakan Beruntun dengan Bus Peziarah di Ponorogo, Begini Nasib Penumpangnya
-
Madura United Pulangkan Hugo Gomes, Perkuat Lini Tengah Hadapi Super League 2026/2027
-
Misteri di Balik Makam yang Dibongkar: Suami Laporkan Rahasia Gelap Staf Kejari Mojokerto ke Polisi