- Tabrakan beruntun melibatkan truk boks, mobil, dan sepeda motor terjadi di jalur Magetan-Kawedanan pada Jumat, 29 Mei 2026.
- Insiden dipicu truk dan mobil yang melaju terlalu ke tengah jalan sehingga menyebabkan benturan keras dan truk terguling.
- Seorang pengendara sepeda motor tewas di lokasi kejadian, sementara pengemudi lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan tragis tersebut.
SuaraJatim.id - Jumat (29/5/2026) siang di jalur Magetan-Kawedanan, sekitar pukul 11.00 WIB, suasana di barat Gereja Dusun Dupak, Desa Ngadirejo, Magetan, mendadak berubah mencekam.
Sebuah tabrakan beruntun yang melibatkan truk boks, mobil pribadi, dan sepeda motor terjadi begitu cepat, meninggalkan duka mendalam dan satu nyawa yang harus mengembuskan napas terakhir di atas aspal.
Tragedi ini bermula saat sebuah truk boks Isuzu bernopol AD-8608-RA yang dikemudikan THS (62), warga Boyolali, melaju dari arah barat menuju timur.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan, meluncur Daihatsu Ayla bernopol AE-1618-VL yang dikendarai PH (32) bersama seorang balita laki-laki berinisial HMB (3).
Entah karena kehilangan konsentrasi atau medan jalan yang sempit, kedua kendaraan berukuran besar dan kecil itu melaju terlalu ke tengah jalan. Ruang gerak pun habis. Benturan tak terelakkan.
"Diduga kedua kendaraan sama-sama bergerak terlalu ke tengah jalan sehingga terjadi tabrakan," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Magetan, Sulanjar, Jumat (29/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Hantaman itu membuat truk boks oleng tak terkendali. Beban muatan yang berat membuat truk tersebut terguling ke sisi kanan jalan.
Namun, petaka sesungguhnya baru saja dimulai. Di waktu yang nyaris bersamaan, sebuah sepeda motor Yamaha Vixion bernopol AE-3333-HT melaju dari arah timur.
Nahas, sang pengendara motor yang identitasnya masih misterius itu tak sempat mengerem. Motor sport itu menghantam keras badan truk yang sudah dalam posisi terguling.
Baca Juga: Petaka di Jalur Tulungagung-Trenggalek: Niat Menyalip, Sutikno Tewas Terhantam Bus Bagong
Benturan kedua ini berakibat fatal. Pengendara Vario tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat pada bagian kepala.
Di tengah puing-puing kendaraan, evakuasi berlangsung dramatis. Di dalam mobil Ayla, seorang balita berusia tiga tahun, HMB, harus menanggung rasa sakit akibat benjolan di kepala belakang, sementara ayahnya, PH, mengalami nyeri hebat pada kaki.
Sopir truk dan penumpangnya pun tak luput dari luka lecet dan nyeri paha akibat tergulingnya kendaraan mereka.
Petugas Satlantas Polres Magetan segera tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi rongsokan kendaraan yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas.
"Kami masih mendalami penyebab pasti insiden ini. Namun, ini adalah peringatan keras bagi semua pengguna jalan," tegas Sulanjar.
Berita Terkait
-
Petaka di Jalur Tulungagung-Trenggalek: Niat Menyalip, Sutikno Tewas Terhantam Bus Bagong
-
Petani Tua Tewas Seketika Usai Vario Ngebut Hantam Suzuki Smash di Bojonegoro
-
Kecelakaan Fatal Merenggut Nyawa Turis Asing di Jalur Wisata Pasuruan
-
Kakak Beradik di Ngawi Tewas Tergilas Truk Saat Hujan Deras, Pelaku Kabur
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Tangis Tengah Malam di Balik Tembok: Bayi Merah Ditemukan Menggigil di Tanah Tanpa Sehelai Benang
-
Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan
-
Atasi Krisis Air Bersih di Sumenep, Khofifah Salurkan Bantuan dan Rencanakan Sumur Bor 2027
-
Tertipu Sponsor, Pekerja Migran Asal Madura Terjebak di Libya dalam Kondisi Memprihatinkan
-
KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?