Wakos Reza Gautama
Kamis, 11 Juni 2026 | 09:13 WIB
Viral pernikahan gadis desa Magetan dengan nakhoda asal Taiwan. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Hsu Kuang Chi asal Taiwan menikahi Rizky Anggraini di Desa Gonggang, Magetan, pada 4 Juni 2026.
  • Pernikahan tersebut mencatatkan sejarah di Kecamatan Poncol dengan pemberian mahar fantastis senilai Rp580 juta.
  • Pasangan ini resmi menjadi suami istri dan langsung bertolak ke Taiwan setelah melangsungkan prosesi adat.

SuaraJatim.id - Kabut tipis di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan, menjadi saksi sebuah hajatan yang tak biasa.

Suasana sakral menyelimuti rumah sederhana milik Atmoredjo Sudji (71). Di sana, seorang pemuda asal Taiwan bersimpuh, mengenakan beskap lengkap dengan blangkon, mengucap janji suci untuk mempersunting gadis pujaan hatinya.

Pernikahan ini bukan sekadar penyatuan dua insan beda negara, melainkan sebuah simfoni keberuntungan dan perjuangan yang kini viral di jagat maya.

Adalah Rizky Anggraini (23), gadis gunung yang berhasil memikat hati Hsu Kuang Chi (29), seorang nakhoda kapal asal Taiwan.

Dunia maya gempar bukan hanya karena status pernikahan lintas negara ini, melainkan karena nilai mahar yang diberikan.

Hsu Kuang Chi membuktikan keseriusannya dengan mahar sebesar Rp580 juta, sebuah angka fantastis yang mencatatkan sejarah baru di wilayah Kecamatan Poncol.

"Ini mahar terbesar yang pernah tercatat di wilayah kami," ujar Adi Winarto, Penghulu Kecamatan Poncol, yang mengaku takjub dengan besarnya nilai tersebut untuk ukuran pedesaan di Magetan dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Namun, di balik angka ratusan juta itu, ada kisah hidup Rizky yang menyentuh nurani siapa pun yang mendengarnya. Rizky bukan tumbuh dalam gelimang harta. Hidupnya adalah potret perjuangan sejak dini.

Saat usianya baru menginjak 13 hari, ia sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Sejak saat itu, ia dibesarkan oleh sang kakek, Atmoredjo, dengan peluh dan kasih sayang yang tulus.

Baca Juga: Petani Magetan Terbujur Kaku di Pematang Sawah Tersengat Listrik Pompa Air

Lulus dari SMK, Rizky tak ingin berpangku tangan. Ia memilih jalan berisiko: terbang ke Taiwan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mengubah nasib. Di negeri itulah, takdir mempertemukannya dengan sang nahkoda.

Komunikasi yang intens berujung pada komitmen serius yang membawa mereka kembali ke lereng Lawu untuk meresmikan hubungan.

"Saya bersyukur cucu saya akhirnya menemukan pasangan hidup. Proses administrasinya panjang, butuh tiga bulan untuk mengurus dokumen pernikahan lintas negara ini," ungkap Atmoredjo dengan mata berkaca-kaca.

Meski berasal dari Taiwan, Hsu Kuang Chi tampak tak canggung mengikuti prosesi adat Jawa yang kental. Mengenakan busana tradisional, sang nahkoda tampak gagah saat mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu dan keluarga besar.
Kejadian ini menjadi tontonan unik sekaligus membanggakan bagi warga sekitar.

"Kami ikut bahagia, anak gadis gunung dinikahi WNA dengan mahar luar biasa. Ini sejarah di desa kami," ujar Arik Setyawan, Ketua RT setempat.

Usai menggelar akad nikah pada Kamis (4/6/2026), pasangan ini tak berlama-lama di tanah air. Sabtu (6/6/2026), keduanya langsung bertolak kembali ke Taiwan untuk memulai lembaran baru sebagai suami istri.

Load More