Wakos Reza Gautama
Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:46 WIB
Ilustrasi tiga pria terlibat duel carok di Sampang pada Sabtu, 25 Juli 2026, akibat dendam asmara. [Antara]
Baca 10 detik
  • Tiga pria terlibat duel carok di Sampang pada Sabtu, 25 Juli 2026, akibat dendam asmara.
  • Pelaku RB dan sepupunya H menyerang SH dengan celurit karena hubungan asmara korban dengan ibu pelaku.
  • Ketiga pria mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam dan kini ditahan di Mapolres Sampang.

SuaraJatim.id - Ketika darah mendidih karena perkara kehormatan keluarga, logika seringkali menguap ke udara. Di bawah terik matahari Dusun Jeblung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang, sebuah drama asmara terlarang berujung pada dentingan logam dan cucuran darah.

Tiga pria terlibat dalam duel maut atau carok yang membuat warga sekitar gemetar ketakutan. Bukan sekadar perkelahian biasa, insiden ini berakar dari luka hati yang mendalam.

RB (51), sang pelaku utama, menyimpan dendam membara karena menduga ibunya memiliki hubungan spesial dengan SH (60), seorang pria lansia di kampung tersebut.

Sabtu (25/7/2026) menjadi puncak dari amarah yang selama ini dipendam RB. Saat melihat SH melintas mengendarai sepeda motor, RB yang sudah gelap mata sengaja menabrakkan kendaraannya ke arah korban. Provokasi itu berhasil. Percekcokan mulut pun pecah seketika.

Awalnya, duel sempat terjadi menggunakan kayu. Warga yang melihat kejadian itu sempat melerai dan mengira emosi keduanya telah mereda. Namun, bagi RB, urusan kehormatan tidak bisa selesai hanya dengan kayu yang patah.

Masih tersulut api cemburu atas nama ibunya, RB mendatangi sepupunya, H (44). Mendengar cerita versi RB, emosi H ikut tersulut.

Tanpa pikir panjang, keduanya mempersenjatai diri dengan celurit dan parang, lalu menyisir jalanan mencari keberadaan SH.

Mereka bertemu di depan sebuah bengkel motor. Di sana, di ruang publik yang disaksikan mata warga yang ketakutan, ketiga pria ini terlibat duel senjata tajam yang sengit.

"Peristiwa itu dipicu dendam dan sakit hati pelaku karena tidak suka korban (SH) menjalin hubungan asmara dengan ibu kandungnya," ungkap Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Baca Juga: Oknum Dokter RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Ditangkap karena Nyabu

Pertikaian tak seimbang itu menyisakan luka mengerikan. SH, sang lansia, menderita luka sabetan dalam di tangan kanan dan kepala bagian belakang.

Tak ada pemenang dalam carok ini; RB pun mengalami luka parah di tangan kanan, sementara sepupunya, H, menderita luka sayatan di paha dan siku.

Suasana mencekam baru berakhir setelah polisi tiba dan mengevakuasi para pelaku yang bersimbah darah. Kini, setelah mendapatkan perawatan medis, ketiga pria tersebut harus bersiap menghadapi dinginnya sel tahanan.

"Saat ini, para pelaku beserta berkas penanganannya telah dilimpahkan ke Mapolres Sampang untuk proses hukum lebih lanjut," pungkas AKP Eko.

Load More