Wakos Reza Gautama
Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:36 WIB
Seorang pelajar bernama Pusabi (16) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas bersama temannya, Lutfi (16), yang diduga merupakan kasus tabrak lari di Jalan Raya Desa Meteng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Kamis malam (9/7/2026). [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Seorang pelajar bernama Pusabi tewas akibat kecelakaan tabrak lari di Jalan Raya Desa Meteng, Sampang, Kamis malam.
  • Korban meninggal dunia saat dirawat di Puskesmas, sementara rekannya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif.
  • Unit Gakkum Satlantas Polres Sampang kini sedang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi kendaraan pelaku yang melarikan diri tersebut.

SuaraJatim.id - Pusabi (16), seorang remaja yang masih duduk di bangku sekolah, harus mengakhiri perjalanan hidupnya dengan cara yang tragis.

Ia tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas yang diduga kuat sebagai aksi tabrak lari di Jalan Raya Desa Meteng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Kamis (9/7/2026) malam.

Malam itu, sekitar pukul 21.20 WIB, Pusabi berboncengan dengan rekannya, Lutfi (16), menggunakan sepeda motor Honda Vario putih bernomor polisi L 4258 CAL.

Tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi di aspal Desa Meteng tersebut. Namun, ketika warga berhamburan keluar ke arah suara benturan, mereka hanya mendapati kedua remaja itu sudah tergeletak di jalanan.

Ironisnya, kendaraan lain yang diduga terlibat dalam insiden ini tidak ditemukan di lokasi. Pelaku seolah hilang ditelan kegelapan malam, meninggalkan para korban tanpa memberikan pertolongan.

"Petugas segera menuju TKP setelah menerima laporan masyarakat. Saat tiba, kedua korban sudah berada di lokasi bersama warga sekitar. Motor mereka ditemukan dalam kondisi rusak," ujar Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Upaya penyelamatan nyawa Pusabi berlangsung dramatis. Remaja malang itu segera dilarikan ke Puskesmas Omben oleh petugas dan warga.

Tim medis telah berupaya maksimal, namun takdir berkata lain. Luka-luka yang diderita Pusabi terlalu berat; ia mengembuskan napas terakhirnya di tengah perawatan medis.

Sementara itu, rekannya, Lutfi, berhasil bertahan meski harus menanggung luka di bagian dagu dan lutut kanan yang robek.

Baca Juga: Daftar Perjalanan Kereta Terdampak Kecelakaan KA Logawa

Hingga kini, Lutfi masih dalam kondisi syok dan menjalani perawatan intensif, sehingga polisi belum bisa mendapatkan keterangan dari saksi kunci tersebut.

Kasus ini kini menjadi prioritas Unit Gakkum Satlantas Polres Sampang. Misteri tentang siapa penabrak Pusabi masih menjadi fokus utama penyelidikan.

Polisi terus menyisir TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan berupaya melacak keberadaan kendaraan misterius yang kabur tersebut.

"Interogasi awal terhadap sejumlah saksi di lokasi belum mengungkap kronologi pasti maupun identitas kendaraan lawan," tambah AKP Eko Puji.

Pihak kepolisian juga mengeluarkan seruan keras kepada masyarakat. "Kami mengimbau siapapun yang menyaksikan atau mengetahui ciri-ciri kendaraan yang terlibat agar segera memberikan informasi kepada kami. Sekecil apa pun informasi itu, sangat berarti untuk proses penyelidikan," pungkasnya.

Load More