Wakos Reza Gautama
Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:40 WIB
Ratusan orang saat berdemo di depan Kejati Jawa Timur, Jumat (10/7/2026) menyoroti penemuan emas dan uang yang diduga milik Jampidsus. [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • Ratusan massa menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kejati Jawa Timur, Surabaya, pada Jumat, 10 Juli 2026.
  • Aksi dipicu temuan dugaan pelanggaran terkait Jampidsus Kejaksaan Agung RI yang diselidiki oleh pihak Mabes Polri.
  • Demonstran mendesak penegak hukum menjaga integritas dan profesionalisme guna mempertahankan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tersebut.

SuaraJatim.id - Ratusan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Jumat (10/7/2026), menyusul mencuatnya temuan emas dan uang tunai yang diduga berkaitan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI dalam pengusutan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas) Mabes Polri.

Aksi yang berlangsung di Frontage Jalan Ahmad Yani, Surabaya, itu dipenuhi orasi yang menyoroti pentingnya menjaga integritas aparat penegak hukum.

Massa mulai memadati lokasi sekitar pukul 13.30 WIB hingga 14.20 WIB, sehingga arus lalu lintas di sekitar Kejati Jatim sempat mengalami kemacetan. Pengamanan dilakukan personel Satlantas Polrestabes Surabaya bersama Polda Jawa Timur.

Dalam orasinya, massa mempertanyakan kredibilitas lembaga penegak hukum apabila dugaan pelanggaran justru menyeret aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi.

"Bagaimana kita bisa percaya dengan penegak hukum bila mereka saja seperti itu?" seru salah seorang orator dari atas mobil komando.

Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo, menegaskan aksi tersebut bukan ditujukan untuk menghakimi institusi Kejati Jatim, melainkan sebagai bentuk peringatan agar dugaan persoalan yang mencuat di tingkat pusat tidak terjadi di Jawa Timur.

"Apa yang menjadi teriakan kita hari ini jangan kemudian perilaku oknum Kejaksaan Agung terjadi di Kejati Jatim. Kami tidak ingin hal itu terjadi di Jawa Timur," tegas Heru di hadapan peserta aksi.

Menurutnya, kasus yang tengah menjadi perhatian publik berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi Adhyaksa.

Meski demikian, MAKI Jatim mengaku tetap memberikan kepercayaan kepada jajaran Kejati Jawa Timur untuk mempertahankan profesionalisme dan integritas dalam menangani setiap perkara.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi: Optimis Tumbuh

"Kami masih percaya kepada Kejati Jatim. Harapan kami, seluruh penegakan hukum di Jawa Timur dilakukan secara profesional, berintegritas, dan tanpa kriminalisasi," ujarnya.

Menanggapi aksi tersebut, perwakilan Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jawa Timur menemui massa. Dalam dialog singkat, pihak Kejati tidak memberikan tanggapan terkait substansi dugaan yang berkembang di tingkat pusat, namun meminta dukungan masyarakat agar jajaran Kejati Jatim tetap menjaga marwah institusi.

"Bantu dan dukung kami menjaga marwah institusi serta kepercayaan masyarakat. Kami juga memohon doa agar seluruh jajaran Pidsus senantiasa diberikan keteguhan, profesionalitas, dan mampu menjaga integritas dalam setiap penanganan perkara," ujar perwakilan Pidsus Kejati Jatim di hadapan demonstran.

Aksi berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian sebelum massa akhirnya membubarkan diri.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Load More