Wakos Reza Gautama
Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:15 WIB
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persebaya Surabaya. Loyalis Bonek, Andie Peci atau Andi Kristiantono, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) setelah menjalani perawatan di RSUD Dr. Soewandhie Surabaya akibat sakit. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Tokoh Bonek Andi Kristiantono meninggal dunia di RSUD Dr. Soewandhie Surabaya pada Jumat, 10 Juli 2026.
  • Almarhum dikenal sebagai pejuang militan yang berhasil memulihkan status keanggotaan Persebaya saat terjadi dualisme klub tahun 2010.
  • Jenazah rencananya akan diberangkatkan menuju kampung halamannya di Madiun untuk prosesi pemakaman setelah tutup usia.

SuaraJatim.id - Andi Kristiantono atau yang akrab dikenal sebagai Andie Peci, sosok yang selama puluhan tahun menjadi napas di tribun stadion ketika Persebaya tanding, mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Dr. Soewandhie Surabaya, Jumat (10/7/2026).

Kabar duka ini merambat cepat, menyelimuti jagat sepak bola tanah air dengan mendung kelabu. Andie, pria kelahiran Madiun yang mengabdikan hidupnya untuk Persebaya Surabaya, menyerah pada sakit yang dideritanya setelah sempat menjalani perawatan intensif.

Bagi Bonek, Andie Peci bukan sekadar suporter. Ia adalah kompas moral saat Persebaya berada di titik terendah. Namanya abadi sebagai sosok yang berdiri tegak saat klub berjuluk Bajol Ijo itu dihantam badai dualisme pada 2010 silam. Ketika banyak orang mulai meragukan masa depan klub, Andie justru berdiri di garda terdepan.

"Saya teringat betul, beliau adalah sosok yang ikut memperjuangkan status Persebaya saat dualisme melanda. Tanpa militansi orang-orang seperti beliau, mungkin sejarah Persebaya akan berbeda hari ini," kenang Syaiful Ulum, seorang Bonek senior yang kerap melihat Andie memimpin tribun (capo) sejak era Stadion Gelora 10 November di tahun 90-an.

Andie bukan hanya ahli dalam urusan teriakan di tribun. Ia adalah pemikir. Melalui jalur hukum hingga aksi massa yang terukur, ia bersama elemen suporter lainnya berhasil memaksa PSSI memulihkan status keanggotaan Persebaya. Tak hanya soal bola, darah aktivisnya pun mengalir deras di ranah buruh melalui Aliansi Buruh Indonesia.

Momen-momen terakhir Andie di rumah sakit pun tak lepas dari cintanya yang tak bersyarat pada Persebaya. Sebuah kunjungan dari Presiden Persebaya saat almarhum masih terbaring lemah menjadi saksi betapa besarnya harapan yang ia pikul.

"Saya teringat ketika Presiden Persebaya menjenguknya. Di tengah kondisi sakitnya, ada doa yang terselip, semoga Persebaya juara," ujar Luqman Hakim, Bonek asal Kupang, Surabaya dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Bagi Luqman dan ribuan Bonek lainnya, Andie Peci adalah guru tentang arti kesetiaan. Ia mengajarkan bahwa mencintai klub berarti siap terluka, siap berjuang, dan siap berdiri tegak meski badai menerjang.

Sore ini, Surabaya harus merelakan Andie Peci kembali ke pangkuan bumi. Jenazah sang pejuang rencananya akan diberangkatkan ke tanah kelahirannya di Madiun untuk dimakamkan.

Baca Juga: Satu Nyawa Melayang: Tragedi Berdarah di Malam Puncak HUT Persebaya

Load More