- Persebaya Surabaya resmi merekrut striker tim nasional Indonesia, Ramadhan Sananta, pada hari Rabu, 17 Juni 2026.
- Sananta akan menggunakan nomor punggung 27 untuk memperkuat lini depan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
- Perekrutan ini bertujuan meningkatkan ketajaman serangan Persebaya berbekal pengalaman karier internasional dan mental juara sang pemain.
SuaraJatim.id - Getaran semangat terpancar dari sebuah video singkat yang menghebohkan jagat maya pada Rabu (17/6/2026) sore. Ramadhan Sananta, striker tajam kebanggaan Timnas Indonesia, muncul dengan senyum lebar dan kalimat yang membuat bulu kuduk Bonek merinding. "Halo rek, aku wis ijo, ketemu nang Gelora Bung Tomo ya!"
Resmi sudah. Teka-teki mengenai masa depan sang predator berakhir di Kota Pahlawan. Persebaya Surabaya secara resmi memperkenalkan Ramadhan Sananta sebagai rekrutan anyar untuk mengarungi kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Sang pemain akan mengenakan nomor punggung keramat 27, angka yang identik dengan sejarah berdirinya klub kebanggaan warga Surabaya tersebut.
Kehadiran Sananta bukan sekadar menambah deretan nama bintang. Manajemen Persebaya mendatangkan pemain kelahiran Daik, Lingga, ini dengan misi besar menjadi solusi kebuntuan lini depan.
Di bawah asuhan pelatih Bernardo Tavares, Sananta diharapkan menjadi nyawa baru yang mampu mengoyak jala lawan di setiap pertandingan.
Antusiasme Sananta pun tampak meluap. Tak butuh waktu lama baginya untuk melebur dengan kultur Surabaya. Dengan lantang, ia menutup perkenalannya dengan pekikan khas, "Salam satu nyali, wani!"
Perjalanan karier Sananta adalah potret kerja keras. Memulai langkah profesional di Persikabo 1973 (2021/2022), namanya benar-benar meledak saat membawa PSM Makassar menjuarai liga dengan sumbangan 11 gol.
Setelah sempat membela Persis Solo, striker bertinggi 182 cm ini memberanikan diri merantau ke luar negeri untuk memperkuat klub Brunei Darussalam, DPMM FC, di Liga Super Malaysia.
Selama di luar negeri, ketajamannya tetap terjaga dengan koleksi empat gol dan dua assist. Kini, dengan segudang pengalaman internasional dan mental juara yang telah teruji, Sananta kembali ke Indonesia untuk membuktikan bahwa taringnya masih sangat tajam.
Baca Juga: Jadwal Pekan 9 Super League 2025/26: Bigmatch Persebaya Lawan Persija
Melalui sambungan telepon dalam unggahan resmi klub, Sananta memberikan sinyal bahwa dirinya sudah tidak sabar untuk segera menginjakkan kaki di rumput Gelora Bung Tomo (GBT).
"Halo, saya menunggu kamu di Surabaya, sampai jumpa segera," ucapnya dengan nada penuh keyakinan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Jadwal Pekan 9 Super League 2025/26: Bigmatch Persebaya Lawan Persija
-
Debut Krusial Eduardo Perez: Ujian Perdana Racikan Spanyol di Laga Persebaya vs PSIM
-
Akhir Musim, Persebaya Bakal Dikawal Ratusan Bonek "Terbang" ke Australia
-
Paul Munster Tak Terlihat di Latihan Persebaya, Uston Nawawi Ambil Alih 2 Laga Sisa
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek
-
Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri
-
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem
-
Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya