- Tim SAR gabungan menemukan Maliya Finda dan Irfan Nasrul Laili di dasar tebing pada Selasa.
- Kedua korban yang masing-masing pendaki serta pemandu lokal itu ditemukan tak bernyawa di Gunung Piramid.
- Proses evakuasi dari jurang sedalam 60 meter dihentikan sementara demi keselamatan personel dan dilanjutkan Rabu pagi.
SuaraJatim.id - Keindahan eksotis Gunung Piramid di Kabupaten Bondowoso kembali menyisakan duka mendalam. Puncak yang dikenal dengan julukan Punggung Naga karena jalurnya yang ekstrem dan sempit itu, menjadi saksi bisu berakhirnya perjalanan dua nyawa dalam sebuah dekapan tebing yang curam.
Setelah pencarian intensif yang memeras keringat dan doa, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Maliya Finda (51), seorang pendaki asal Wonokromo, Surabaya, dan Irfan Nasrul Laili (35), pemandu lokal asal Wonosari, Bondowoso. Keduanya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dasar tebing sedalam 60 meter.
Selasa (4/8/2026) siang, tepat pukul 12.13 WIB, keheningan hutan di lereng Piramid pecah oleh laporan penemuan. Tim SAR yang melakukan penyisiran dengan penuh ketelitian mendapati kedua korban tergeletak sekitar 170 meter dari lokasi awal dilaporkan hilang.
"Korban berada di dasar tebing dengan kemiringan ekstrem sekitar 40 derajat," ujar Koordinator Pos SAR Jember, Jefriyanzah.
Kedalaman jurang yang mencapai 60 meter menjadi rintangan maut yang harus dihadapi tim penyelamat dalam upaya membawa pulang kedua jenazah.
Proses evakuasi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Medan yang sempit, kemiringan yang tegak lurus, serta cuaca yang tak menentu memaksa tim gabungan bekerja ekstra waspada.
Hingga pukul 18.00 WIB, upaya pengangkatan jenazah terpaksa dihentikan. Alam tampaknya belum mengizinkan evakuasi tuntas hari itu.
Kegelapan mulai menyelimuti hutan, dan risiko keselamatan personel menjadi taruhan utama jika operasi dipaksakan di tengah jalur yang sangat curam.
"Demi mengutamakan keselamatan personel di medan yang sangat berbahaya, proses evakuasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi," jelas Jefri.
Baca Juga: Misteri Motor Merah di Kaki Gunung Piramid: Dua Pendaki Hilang Tanpa Jejak
Tragedi ini memicu gelombang solidaritas besar. Tak kurang dari belasan unsur bersatu padu dalam operasi kemanusiaan ini. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Misteri Motor Merah di Kaki Gunung Piramid: Dua Pendaki Hilang Tanpa Jejak
-
Bara yang Dikira Padam Berujung Petaka, Gudang Arang di Bondowoso Hangus Terbakar
-
Panggung BDD 2026 Tampilkan Joget Tidak Pantas, Bupati Bondowoso Minta Maaf
-
Lutung Jawa Dipelihara Warga di Bondowoso Dievakuasi, Kini Jalani Rehabilitasi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Tragedi di Punggung Naga: Pelukan Tebing Gunung Piramid Merenggut Nyawa Pendaki dan Pemandunya
-
Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa II Berhasil Dievakuasi, Ini Kata Wamenhub
-
Belum Padam, Kobaran Api Terus Merembet di TNBTS Meski Tim Gabungan Dikerahkan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan