Wakos Reza Gautama
Sabtu, 19 September 2026 | 14:56 WIB
Kecelakaan tunggal melibatkan truk pengangkut pekerja proyek pengaspalan jalan terjadi di Jalan Raya Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 08.15 WIB. Truk terguling setelah menghantam teras rumah warga hingga menyebabkan satu penumpang tewas dan tujuh orang lainnya, termasuk sopir, mengalami luka-luka. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Truk pengangkut pekerja proyek mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di Ngawi pada Sabtu, 19 September 2026.
  • Seorang pekerja tewas di lokasi kejadian dan tujuh korban lainnya mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut.
  • Kecelakaan terjadi karena sopir diduga mengantuk sehingga truk hilang kendali lalu menabrak teras rumah warga.

SuaraJatim.id - Kecelakaan pecah di Jalan Raya Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 08.15 WIB. Sebuah truk pengangkut rombongan pekerja proyek pengaspalan jalan hilang kendali, menghantam teras rumah warga, hingga terguling di tepi jalan.

Kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan seorang pekerja tewas di lokasi kejadian, sementara tujuh orang lainnya, termasuk sopir, menderita luka berat usai terpental ke aspal.

Korban meninggal dunia teridentifikasi bernama Eko Pambudi (48), warga Desa Babadan, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk.

Jenazah korban langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Soeroto Ngawi. Sementara itu, tujuh korban luka dilarikan secara maraton ke RSUD dr. Soeroto dan RS Widodo Ngawi akibat mengalami cedera kepala, robek tangan, hingga patah tulang kaki.

Peristiwa nahas itu bermula saat truk bernopol daerah asal Nganjuk yang dikemudikan Taufiqur Rohman (48) melaju dari arah timur menuju kawasan proyek jalan provinsi di Widodaren, Ngawi.

Truk tersebut memuat delapan orang dengan rincian tiga penumpang duduk di kabin depan (termasuk sopir), sedangkan lima pekerja lainnya duduk di bak terbuka belakang.

Mendekati lokasi kejadian di Desa Kersoharjo, sopir diduga terserang kantuk berat (microsleep) sehingga laju kendaraan oleng ke kiri tanpa terkendali.

Truk sempat berputar arah sebelum akhirnya moncong dan bodi sampingnya menghajar tiang teras rumah warga setempat hingga terbalik membanting.

"Saya duduk di kabin depan dalam keadaan tertidur. Tiba-tiba saja kendaraan sudah terbalik. Kami rombongan pekerja aspal dari Nganjuk mau ke Widodaren," tutur Edi, salah seorang korban selamat yang mengalami luka-luka, dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Baca Juga: Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem

Posisi lima pekerja di bak terbuka tanpa dinding pengaman membuat dampak kecelakaan semakin fatal. Saat truk menghantam teras rumah dan terguling, kelima pekerja di bak belakang terlempar ke udara dan mendarat keras di atas badan jalan raya.

"Truk melaju dari timur, sepertinya sopirnya memang mengantuk. Pas menabrak teras rumah langsung terguling dan orang-orang yang di belakang sempat terlempar berserakan di jalan," ungkap Robin, warga setempat yang ikut menolong para korban.

Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi yang tiba di lokasi segera menggelar olah TKP, meminta keterangan saksi mata, serta mengamankan barang-barang bawaan pekerja yang berhamburan di bahu jalan.

"Dugaan awal, kecelakaan dipicu faktor kelalaian pengemudi yang hilang konsentrasi akibat mengantuk. Kami masih melakukan penyelidikan komprehensif guna memastikan penyebab pasti kecelakaan," tegas petugas kepolisian setempat.

Load More