SuaraJatim.id - Saat merencanakan perjalanan ke luar negeri, anggaran biasanya fokus pada tiket pesawat, penginapan, dan aktivitas selama di tempat tujuan. Sayangnya, metode dan cara membayar menjadi detail yang sering terabaikan. Padahal detail ini sering menyedot porsi anggaran perjalanan.
Ada lima masalah keuangan yang sering dialami wisatawan Indonesia saat berpergian ke luar negeri. Margin kurs, uang asing yang tidak terpakai, dan biaya tambahan pada kartu menjadi faktor pengurang dana di titik berbeda selama perjalanan. Tidak ada satu pun dari biaya ini yang tercatat eksplisit dalam anggaran perjalanan sehingga jarang diperhitungkan sejak awal. Beberapa masalah ini mulai berkurang ketika sudah bisa melakukan transaksi di luar negeri pakai qris GoPay tanpa harus repot membawa uang tunai.
1. Kurs Money Changer Tidak Sebaik yang Terlihat
Money changer mendapat keuntungan dari selisih antara nilai beli dan jual mata uang asing, margin ini sudah termasuk dalam kurs yang dipajang, bukan biaya terpisah. Lebih lanjut, dua money changer bisa menawarkan nilai kurs berbeda signifikan untuk mata uang yang sama pada hari yang sama. Jadi, Anda bisa membandingkan nilai kurs sebenarnya sedang membandingkan margin profit.
2. Membawa Uang Tunai Berlebihan
Wisatawan kerap menukar uang dalam jumlah berlebih sebagai jaga-jaga agar tidak kekurangan saat di negara asing. Uang tunai lebih tersebut harus dibawa selama perjalanan dan rentan hilang atau dicuri tanpa ada cara untuk menggantinya.
Berbeda dengan e-wallet, uang tunai tidak bisa diblokir, diterbitkan ulang, atau diklaim kembali jika hilang. Besarnya risiko kerugian ditentukan saat menukar uang, sebelum pengeluaran dilakukan, sehingga potensi kerugian jadi lebih besar.
3. Sisa Mata Uang Asing yang Rugi Saat Ditukar Balik
Sisa mata uang asing yang tidak habis dipakai harus ditukar balik ke rupiah dengan kurs yang sama sekali lagi terkena margin. Uang logam biasanya tidak diterima untuk penukaran kembali sehingga nilai nominal kecil ini langsung hilang.
Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Bergulir, BRI Perkuat Kolaborasi Ekosistem Perumahan
Uang yang sudah ditukar tapi tidak terpakai berarti wisatawan membayar dua kali tanpa mendapat manfaat. Opsi menyimpan uang tersebut untuk keperluan perjalanan berikutnya juga berisiko karena nilai tukar bisa berubah di waktu mendatang.
4. Biaya Tambahan Saat Bertransaksi dengan Kartu
Pembayaran kartu kredit atau debit di luar negeri sering dikenai biaya transaksi asing. Terminal pembayaran kadang menawarkan konversi nilai menggunakan kurs mereka sendiri saat melakukan pembayaran.
Jika menerima penawaran konversi rupiah di tempat, biasanya artinya Anda menerima kurs yang ditetapkan terminal, bukan jaringan kartu. Biaya tambahan ini baru muncul di laporan transaksi setelah perjalanan selesai, sehingga pengeluaran sebenarnya baru diketahui secara retrospektif.
5. Sulit Melacak Pengeluaran dalam Mata Uang Asing
Berbelanja dalam mata uang asing yang tidak dikenal membuat Anda sulit memperkirakan nilai pengeluaran secara tepat. Uang tunai tidak meninggalkan catatan otomatis. Maka dari i tu, satu-satunya acuan adalah sisa uang yang ada, sehingga risiko kelebihan pengeluaran baru terlihat setelah perjalanan selesai dan anggaran telah terlewati.
Berita Terkait
-
Program 3 Juta Rumah Bergulir, BRI Perkuat Kolaborasi Ekosistem Perumahan
-
BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo
-
BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
-
Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Dekatkan Akses Bahan Pokok Terjangkau
-
Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek
-
Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri
-
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem