SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi PT. Stem Cell and Cancer Research Indonesia (SCCR Indonesia) di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (13/9).
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah melihat langsung fasilitas penelitian dan berbagai teknologi kesehatan yang dikembangkan, termasuk riset terapi sel punca stem cell dan penelitian kanker.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi Khofifah mengenai bagaimana riset, teknologi, kepakaran, dan pelayanan kesehatan dapat dibangun dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan proses pembelajaran yang luar biasa. Kami diperkenalkan dengan berbagai alat kesehatan dan alat-alat laboratorium kesehatan yang menurut saya super-super canggih,” ujarnya.
Gubernur Khofifah melihat penguatan riset dan inovasi kesehatan sebagai salah satu kunci untuk membangun kemandirian dan kualitas layanan kesehatan nasional.
“Kemampuan menghasilkan riset harus berjalan beriringan dengan keberanian melakukan hilirisasi hingga hasil penelitian benar-benar dapat diterapkan menjadi layanan medis yang memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Karena itu, Gubernur Khofifah menilai keberadaan SCCR Indonesia menunjukkan bahwa kemampuan anak bangsa dalam bidang kedokteran dan teknologi kesehatan telah berkembang cukup jauh. Tidak hanya menghasilkan penelitian, pusat riset tersebut juga telah mengimplementasikan hasil penelitian untuk mendukung layanan medis.
Ia menyebut, model pengembangan seperti itu penting untuk terus diperkuat di Indonesia. Sebab, kemajuan riset kesehatan tidak akan memberikan dampak maksimal apabila berhenti di ruang laboratorium dan tidak memiliki jalur untuk diterapkan kepada masyarakat.
“Rasanya kita mendapatkan suasana yang bisa memberikan perspektif yang mendalam dan luas bagaimana sesungguhnya anak di negeri ini melalui Stem Cell and Cancer Research Indonesia yang ada di Semarang ini ternyata sudah memberikan hasil riset yang luar biasa, sudah diimplementasikan luar biasa, sudah memberikan layanan yang luar biasa,” katanya.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
Bagi Khofifah, penguatan kemampuan riset dan layanan kesehatan berbasis teknologi tinggi juga berkaitan erat dengan upaya memperkuat kemandirian kesehatan nasional. Terlebih, masih terdapat masyarakat Indonesia yang memilih mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri.
Kondisi tersebut, menurutnya, juga memiliki konsekuensi ekonomi karena pembiayaan untuk mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri turut mengalir ke negara lain.
“Ini menjadi bagian penting, pertama tentu untuk memberikan layanan kesehatan bagi seluruh manusia, terutama warga bangsa Indonesia. Yang kedua, sebetulnya tidak terhitung berapa devisa yang harus keluar negeri, ratusan triliun, untuk pengobatan bangsa ini, masyarakat Indonesia yang sudah mempercayakan proses layanan kesehatannya ke berbagai rumah sakit di luar negeri,” kata Khofifah.
Ia pun mendorong agar pengembangan pusat-pusat riset kesehatan di dalam negeri mendapatkan dukungan secara lebih luas. Pemerintah, perguruan tinggi, rumah sakit, dunia usaha, pusat penelitian, hingga para pakar perlu membangun kolaborasi agar inovasi kesehatan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Khofifah melihat, Jawa Timur memiliki modal yang cukup kuat untuk mengembangkan ekosistem tersebut. Keberadaan banyak perguruan tinggi, rumah sakit, tenaga kesehatan, industri, pusat penelitian, serta sumber daya manusia di berbagai bidang menjadi potensi yang dapat dikoneksikan untuk menghasilkan inovasi kesehatan.
"Bahkan dari banyak pakar dari perguruan tinggi, perguruan tinggi world class university juga hadir di sini. Tentu tidak sekadar sebagai researcher, tetapi bagaimana proses untuk memberikan layanan dari hasil riset itu bisa dirasakan oleh masyarakat lebih luas lagi,” tuturnya.
Tag
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang
-
Gubernur Khofifah Raih PRIWOLA 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Komunikasi Publik di Jatim
-
Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Dorong Radio Jadi Benteng Kedaulatan Informasi
-
Gubernur Khofifah & Menteri PPPA Panen dan Tanam, Hadiri Pameran Produk SIKAP SMA, SMK, SLB Jombang
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi