Menurut Khofifah, keterhubungan antara peneliti dengan dunia pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam proses hilirisasi. Hasil penelitian perlu memiliki ruang untuk dikembangkan, diuji, diterapkan secara bertanggung jawab, dan pada akhirnya memberikan solusi atas kebutuhan kesehatan masyarakat.
Ia menambahkan, pengalaman melihat langsung pengembangan riset stem cell di SCCR Indonesia menjadi perspektif penting bagi Jawa Timur dalam memperkuat kolaborasi riset kesehatan di daerah.
“Kita semua mendorong, mendukung bagaimana para expertise di bidang teknologi stem cell di Semarang ini bisa terus mendapatkan ruang untuk mendedikasikan seluruh ilmu yang bisa dirasakan manfaatnya lebih luas lagi oleh masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Khofifah bahkan melihat potensi pengembangan pusat riset dan layanan stem cell di Indonesia untuk memiliki daya jangkau yang lebih luas di masa mendatang. Dengan penguatan kapasitas riset, teknologi, sumber daya manusia, dan layanan medis, Indonesia berpeluang menjadi salah satu rujukan pengembangan layanan berbasis teknologi kesehatan di kawasan.
“Dari proses perencanaan ke depan rasanya ini bisa menjadi center of gravity dari proses pelayanan stem cell tidak hanya di Indonesia, tidak hanya di ASEAN, tapi juga di sangat banyak negara akan melihat bahwa anak bangsa ini sudah melahirkan hasil-hasil riset yang luar biasa di bidang kedokteran, terutama, dan sudah memberikan layanan medik yang luar biasa,” katanya.
Ia pun menegaskan, kekuatan utama yang perlu terus dikembangkan bukan hanya kemampuan melakukan penelitian, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat diimplementasikan secara bertanggung jawab untuk mendukung pelayanan kesehatan.
“Jadi bukan hanya risetnya, tapi juga hasil risetnya sudah diimplementasikan dengan memberikan layanan yang luar biasa,” kata Khofifah.
Khofifah berharap pengembangan riset kesehatan berbasis teknologi tinggi di Indonesia terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta para pakar. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar inovasi kesehatan dapat berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas.
“Dan tentu kita terus doakan tempat ini terus berkembang dan sukses ke depannya,” pungkasnya. ***
Baca Juga: Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
Tag
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang
-
Gubernur Khofifah Raih PRIWOLA 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Komunikasi Publik di Jatim
-
Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Dorong Radio Jadi Benteng Kedaulatan Informasi
-
Gubernur Khofifah & Menteri PPPA Panen dan Tanam, Hadiri Pameran Produk SIKAP SMA, SMK, SLB Jombang
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi