- Agus Priyono, pegawai DPMD Gresik, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan SK ASN dan PPPK pada Kamis (9/7/2026).
- Tersangka membantah menerima aliran dana dan mengaku hanya menjadi perantara bagi koleganya bernama Anton dalam praktik penipuan tersebut.
- Penyidik Satreskrim Polres Gresik terus mendalami kasus guna mengungkap keterlibatan jaringan lain di balik rekrutmen abdi negara palsu tersebut.
SuaraJatim.id - Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gresik berinisial Agus Priyono mendatangi Mapolres Gresik pada Kamis (9/7/2026) pagi.
Ini adalah kali kelimanya ia menghadap penyidik di mana statusnya kini bukan lagi saksi, melainkan tersangka kasus pemalsuan SK ASN dan PPPK palsu.
Agus mengaku kaget saat menerima surat penetapan tersangka dua pekan lalu. Padahal, pada pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya, ia merasa sudah memberikan keterangan sejujur-jujurnya sebagai saksi.
"Sebelumnya saya empat kali diperiksa sebagai saksi, sekarang statusnya sudah menjadi tersangka. Saya akan menghormati seluruh proses hukum ini dan bersikap kooperatif," ujar Agus dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Meski menyandang status tersangka, Agus tak lantas menyerah pada tudingan. Ia membawa sebuah narasi pembelaan diri yang cukup mengejutkan.
Ia bersikukuh bahwa perannya dalam kasus ini hanyalah sebagai jembatan bagi teman-temannya yang ingin masa depan anak mereka terjamin.
Di balik jerat kasus ini, Agus mengklaim dirinya bukanlah otak di balik penipuan. Ia membantah keras telah menikmati uang dari para korban yang dijanjikan lolos menjadi ASN maupun PPPK.
"Saya tidak menerima sepeser pun uang dari para korban. Seluruh dana langsung diberikan kepada pihak yang mengurus proses tersebut," tegasnya.
Bahkan, Agus melempar sebuah fakta ironis bahwa anaknya sendiri adalah salah satu korban dari praktik lancung ini.
Baca Juga: Skandal KUR Fiktif Jember: Negara Tekor Rp41 Miliar, Eks Pimpinan Bank Jadi Tersangka
Ia mengaku terjebak dalam rasa percaya yang berlebihan kepada seorang kolega bernama Anton, yang disebut-sebut sebagai aktor utama.
"Saya percaya kepada Anton karena melihat kedekatannya dengan 'orang dalam', salah satu pimpinan dinas di Pemkab Gresik. Namanya juga membantu teman, kebetulan saya punya kenalan, itu saja," kilahnya.
Nama Anton kini menjadi kunci dalam teka-teki ini. Agus menyebut bahwa sosok Anton memiliki hubungan istimewa dengan lingkaran kekuasaan di pemerintahan daerah, yang membuatnya yakin bahwa janji-janji SK tersebut adalah nyata. Namun, keyakinan itu kini justru membawanya ke ambang jeruji besi.
Di sisi lain, penyidik Satreskrim Polres Gresik tidak berhenti pada Agus saja. Polisi terus mendalami dokumen dan keterangan saksi untuk mengungkap apakah ada jaringan yang lebih besar atau orang kuat lain yang bermain di balik layar rekrutmen abdi negara palsu ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Jerat SK ASN Palsu di Gresik: Pegawai DPMD Gresik Tersangka
-
Tragis! Remaja Madiun Tewas Terjebak Lumpur Sungai Bengawan Solo
-
BRI Peduli Dukung Kelompok Wanita Tani Bogor Ubah Buah Pala Jadi Produk Bernilai Tinggi
-
Daftar Perjalanan Kereta Terdampak Kecelakaan KA Logawa
-
Skandal Biadab di Sampang: 27 Pria Gilir Gadis Usai Dicekoki Miras, 15 Pelaku Masih Gentayangan