- Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendeklarasikan diri sebagai penyelenggara event terbanyak untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat daerah.
- Sebanyak 4.014 pelari dari 22 negara mengikuti Mantra 116 di Pasuruan pada Sabtu (4/7/2026) untuk mempromosikan wisata olahraga.
- Kegiatan sport tourism ini diharapkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM dan perhotelan.
SuaraJatim.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendeklarasikan diri sebagai provinsi dengan jumlah penyelenggaraan event terbanyak di Indonesia. Ribuan agenda yang digelar sepanjang tahun dinilai menjadi salah satu penggerak utama sektor pariwisata, bahkan sekitar 30 persen wisatawan datang ke Jawa Timur karena adanya berbagai event.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, mengatakan penyelenggaraan event telah menjadi strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Jawa Timur mendeklarasikan diri sebagai provinsi yang mempunyai event terbanyak. Ini sudah dibuktikan dengan ribuan event yang digelar di berbagai daerah di Jawa Timur," ujar Evy di sela penyelenggaraan Malang Trail Runners (Mantra) 116 di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Evy, penyelenggaraan event tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu sektor yang terus dikembangkan adalah sport tourism atau wisata olahraga. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melihat potensi olahraga berbasis alam sebagai daya tarik baru untuk mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia optimistis konsep eco sport tourism mampu meningkatkan kunjungan wisatawan asing dalam beberapa tahun ke depan sekaligus memperkenalkan destinasi wisata alam yang tersebar di berbagai daerah.
Optimisme tersebut tercermin dari penyelenggaraan Mantra 116 2026 yang diikuti 4.014 pelari dari 22 negara di Asia, Eropa, dan Afrika.
Ajang lari lintas alam itu menantang peserta menaklukkan jalur ekstrem Gunung Arjuno-Welirang di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Setelah sempat terhenti akibat pandemi, Mantra 116 kembali digelar pada tahun kesepuluh dengan enam kategori lomba, mulai 10 kilometer hingga ultra trail 116 kilometer.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga memperkenalkan jalur baru di kawasan Lincing untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi para peserta.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai event olahraga berskala internasional seperti Mantra 116 memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang
Menurutnya, ribuan peserta dan wisatawan yang datang memberikan efek berganda terhadap sektor perhotelan, transportasi, restoran, hingga usaha lokal.
"Hari ini kita mengeksplorasi lereng Arjuno dan keindahan Tahura Raden Soerjo. Mudah-mudahan ini menjadi sport tourism yang memberikan energi positif bagi kita semua. Makin inovatif, makin kreatif, dan tentu kita harapkan start happy, finish happy," ujar Khofifah.
Selain mendorong pariwisata, penyelenggaraan Mantra 116 juga mengedepankan aspek pelestarian lingkungan. Seluruh lintasan berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, yang merupakan habitat berbagai flora dan fauna endemik.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, mengatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) sehingga kegiatan dapat berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian kawasan konservasi melalui edukasi kepada seluruh peserta.
"Kami juga meminta agar Mantra terus mengampanyekan upaya pelestarian dan pengayaan kawasan konservasi sebagai bagian dari penyelenggaraan sport tourism yang berkelanjutan," katanya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana memperluas pengembangan sport tourism dengan menghubungkan berbagai event olahraga ke kawasan desa wisata di sekitar pegunungan.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu destinasi wisata berbasis alam dan olahraga terkemuka di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang
-
Khofifah Lepas 4.015 Pelari MANTRA116 2026, Perkuat Posisi Jatim Sebagai Destinasi Sport Tourism
-
Turunkan Stunting hingga 14,7%: Gubernur Jatim Terima Penghargaan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia
-
Strategi Hexahelix Menteri Ekraf Jadikan Jatim Media Summit Pintu Gerbang Pasar Global
-
Kisah Inspiratif Mila Arlinda Ubah Stigma Peternakan, Dari 5 Ekor Domba Jadi Omzet Ratusan Juta
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Mobil Patroli Terbakar di Markas Polsek Tambaksari: Satu Terduga Pelaku Diciduk
-
Mengantuk Sekejap, Pikap L300 Terjun Bebas ke Sungai di Blitar
-
Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kerja Sama Jatim-Singapura di Bidang Investasi dan SDM
-
Petaka di Ladang Tembakau: Balita di Sampang Tewas Tenggelam di Kubangan Air
-
Jatim Raih 2 Penghargaan JDIH Nasional dengan Predikat AA dan Nilai 100