Wakos Reza Gautama
Kamis, 09 Juli 2026 | 10:00 WIB
Petugas dari Polres Sampang, Jawa Timur memasang garis polisi di sumur bor yang mengeluarkan gas guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sebuah sumur bor di Desa Karanggayam, Sampang, mengeluarkan gas mudah terbakar pada Senin, 6 Juli 2026.
  • Tim gabungan memasang pipa tambahan dan garis polisi guna mengamankan lokasi dari potensi ledakan berbahaya.
  • Pihak berwenang mengirim sampel air ke BPSDM Jawa Timur untuk menjalani penelitian teknis lebih lanjut.

SuaraJatim.id - Sebuah sumur bor di Dusun Solong Timur, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Sampang, mengeluarkan gas mudah terbakar yang menyembur dari kedalaman perut bumi.

Kini, lokasi yang semula merupakan proyek pengerjaan sumur biasa telah berubah menjadi zona steril. Garis polisi kuning melingkar rapat, memagari lubang yang kini menjadi pusat perhatian seantero desa.

Cerita ini bermula saat pengerjaan sumur bor mencapai kedalaman 42 meter pada Senin (6/7/2026). Awalnya, proses uji coba berjalan normal. Mesin pompa bekerja, dan air sempat mengalir seperti biasa.

Namun, tepat pukul 13.00 WIB, suasana berubah drastis. Air yang keluar mendadak menebarkan aroma menyengat yang tajam, bau gas.

Saat warga mencoba menyulutnya, api justru menyambar dengan cepat. Air yang seharusnya memadamkan api, di tempat ini justru menjadi pengantarnya.

"Awalnya air keluar normal, tapi tiba-tiba berbau gas dan ternyata sangat mudah terbakar," ungkap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, Rabu (8/7/2026).

Menyadari adanya ancaman ledakan atau kebakaran yang meluas, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri langsung turun ke lokasi. Sebagai penanganan awal yang unik, petugas memasang tambahan pipa paralon setinggi dua meter ke atas.

Tujuannya agar semburan gas atau api lebih terkendali dan tidak langsung menyambar ke area pemukiman warga sekitar.

"Kami melakukan asesmen cepat dan menambah pipa vertikal agar area sekitar lebih aman. Koordinasi dengan pihak kepolisian juga dilakukan untuk mensterilkan lokasi dari warga yang penasaran," tambah Hozin.

Baca Juga: Penyimpangan Proyek Jargas PGN Rp2,3 Triliun Tercium Jaksa di Surabaya

Polres Sampang bergerak cepat dengan memasang garis polisi guna memastikan tidak ada warga yang mendekat atau melakukan aktivitas yang memicu percikan api di sekitar area sumur.

"Pemasangan garis polisi ini adalah langkah preventif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan demi keselamatan masyarakat," tegas Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo.

Kini, nasib sumur tersebut berada di tangan para ahli. Sampel air beraroma gas telah dikirim ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur untuk diteliti lebih lanjut. (ANTARA)

Load More