- Warga bernama Oki menemukan benda diduga bom udara raksasa di Sungai Lahar, Blitar, pada Minggu (5/7/2026).
- Tim gabungan telah melakukan sterilisasi lokasi namun belum berhasil mengevakuasi bom karena terjepit batu berukuran besar.
- Proses evakuasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan dengan bantuan alat berat crane untuk mengangkat batu penghalang.
SuaraJatim.id - Sebuah benda diduga bom raksasa ditemukan di Sungai Lahar di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Minggu (5/7/2026).
Benda misterius ini pertama kali ditemukan Oki Eka Hadi Saputra (30). Hari itu, berbekal alat panah ikan, warga Jalan Manggar ini berharap pulang membawa hasil tangkapan besar untuk keluarga.
Namun, takdir punya rencana lain. Seekor ikan yang menjadi sasarannya melesat gesit, bersembunyi di balik celah bebatuan besar di dasar sungai. Tak ingin buruannya lepas, Oki merogohkan tangannya ke dalam gelapnya air, meraba-raba di balik batu.
Bukannya sisik ikan yang licin, jemari Oki justru menyentuh permukaan dingin, keras, dan berbahan logam. Sebuah sensasi yang seketika membuat bulu kuduknya berdiri.
"Saya kejar ikan itu sampai ke balik batu. Begitu saya raba, rasanya aneh. Ternyata yang saya pegang bukan ikan, tapi benda seperti bom," ujar Oki, Rabu (8/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Penemuan pada Minggu malam itu berubah menjadi operasi skala besar tiga hari kemudian. Laporan Oki memicu respons cepat dari Polres Blitar Kota, BPBD, hingga Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jatim.
Di lokasi, suasana mendadak tegang. Garis polisi dipasang, mensterilkan area dari warga yang penasaran. Di tengah aliran sungai, para ahli beradu nyali dengan waktu dan medan yang berat.
Berdasarkan analisis visual, benda misterius itu bukan sekadar mortir kecil, melainkan bom udara, jenis yang dijatuhkan dari pesawat tempur pada masa lampau.
"Kelihatannya berukuran sangat besar dengan diameter sekitar 50 sentimeter. Bagian ekor dengan empat sirip terlihat jelas menonjol di permukaan air," ungkap Kabag Ops Polres Blitar Kota, Kompol Agus Tri.
Baca Juga: Gaji Pegawai Kopdes Merah Putih Blitar Cair, Nominalnya di Bawah UMK
Selama hampir 2,5 jam, tim gabungan berjibaku di dasar sungai. Namun, sang 'monster logam' itu seolah enggan beranjak dari tempat persembunyiannya selama puluhan tahun.
Posisi bom tersebut tertancap kuat dan terhimpit batu raksasa, membuat evakuasi manual mustahil dilakukan tanpa risiko ledakan yang fatal.
Hingga Rabu sore, status bom tersebut, apakah masih aktif dan mampu menghancurkan area sekitarnya atau sudah mati, masih menjadi misteri yang menghantui.
"Medannya sangat sulit. Beban batu yang menghimpitnya terlalu berat untuk diangkat dengan tenaga manusia," jelas Kompol Agus.
Demi keselamatan personel dan warga sekitar, komando lapangan akhirnya memutuskan untuk menarik mundur pasukan saat matahari mulai tenggelam. Perang melawan waktu ini harus ditunda.
"Kami hentikan sementara. Rencananya besok (Kamis) evakuasi dilanjutkan dengan bantuan alat derek (crane) untuk mengangkat batu besar tersebut," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Gaji Pegawai Kopdes Merah Putih Blitar Cair, Nominalnya di Bawah UMK
-
Geger Penemuan Granat Nanas Aktif di Rumah Purnawirawan TNI Blitar
-
Evaluasi Boleh, Bubar Jangan! Suara Relawan SPPG Blitar Raya Dukung Program MBG
-
Aset Mangkrak Jadi Kafe Hits 24 Jam: Begini Cara Pemkab Blitar Sulap Lahan Mati Jadi Ladang PAD
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BRI Temani PMI Bangun Masa Depan, Bukan Sekadar Kirim Remitansi
-
BRImo Taiwan Buka Akses Perbankan Digital BRI Bagi PMI
-
Arema FC Pinjam Mauro Zijlstra dari Persija, Lini Serang Makin Tajam?
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Polisi Selidiki Bentrokan Berdarah Kelompok Perguruan Silat di Rejotangan Tulungagung