- Petugas Koperasi Desa Merah Putih di Kota Blitar menerima pencairan gaji perdana pada Kamis, 2 Juli 2026.
- Nominal gaji diberikan secara proporsional sesuai jumlah hari kerja petugas selama bulan Juni tahun 2026 tersebut.
- Manajemen melakukan verifikasi data kehadiran melalui CCTV untuk memastikan seluruh sisa pembayaran gaji selesai pada Juli 2026.
SuaraJatim.id - Beberapa pekan terakhir, suasana di gerai-gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kota Blitar sempat dibayuti rasa cemas.
Desas-desus mengenai ketidakjelasan honor menghantui para petugas yang setiap hari telaten menata produk di rak-rak gerai. Namun, sejak Kamis (2/7/2026), keresahan itu akhirnya luruh berganti lega.
Satu per satu ponsel para pekerja bergetar, membawa notifikasi yang paling ditunggu. Gaji perdana resmi dicairkan.
Ine, salah satu petugas gerai di Kota Blitar, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, uang sebesar Rp1,3 juta yang masuk ke rekeningnya bukan sekadar angka, melainkan bukti kepastian di tengah simpang siur isu yang beredar.
"Ya sudah cair, Puji Tuhan. Kemarin sempat khawatir karena isunya tidak jelas, tapi sekarang sudah lega," ungkap Ine saat ditemui Sabtu (4/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Meski angka tersebut di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Blitar, Ine yang juga bekerja sampingan sebagai editor foto lepas merasa penghasilan tetap ini sangat membantu napas dapurnya.
"Kerjanya tidak berat, hanya menata dan mendata barang. Jadi dijalani saja dulu sambil melihat ke depan," imbuhnya.
Mengapa gaji Ine berada di angka Rp1,3 juta sementara standar gaji penuh dipatok Rp1,9 juta? Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Blitar, Gembong Kurniawan, memberikan penjelasannya.
Menurut rilis resmi manajemen pusat (Agrinas), gaji Rp1,9 juta diberikan bagi mereka yang bekerja penuh 25 hari dalam sebulan.
Baca Juga: Anisa Alumnus Unair Meninggal saat Mengikuti Latsarmil Kopdes Merah Putih
"Perbedaan nominal itu karena perhitungan proporsional. Jadi disesuaikan dengan jumlah hari kerja masing-masing petugas pada periode Juni kemarin," jelas Gembong.
Pihak manajemen SDM pun bersikap ksatria. Mereka mengakui adanya hambatan dalam sistem payroll perdana ini dan menyampaikan permohonan maaf atas kendala transisi yang sempat memicu kegaduhan.
Demi memastikan tidak ada hak pekerja yang terabaikan, atau sebaliknya, manajemen menerapkan sistem verifikasi yang cukup unik. Jika ada selisih hitungan, petugas diminta mengisi formulir mandiri.
Data tersebut nantinya akan divalidasi oleh tim lapangan melalui pengecekan fisik hingga pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) di setiap gerai.
Langkah ini diambil untuk memastikan akurasi data kehadiran yang paling presisi. Segala bentuk kekurangan pembayaran dijanjikan bakal lunas paling lambat pada 14 Juli 2026.
Bagi segelintir petugas yang saldonya masih nihil, pihak pengelola meminta mereka tetap tenang. Masalah biasanya terletak pada data rekening yang ditolak sistem perbankan atau keterlambatan pengisian administrasi. Hak mereka dipastikan tetap aman dan akan diproses pada gelombang berikutnya di akhir Juli.
Berita Terkait
-
Anisa Alumnus Unair Meninggal saat Mengikuti Latsarmil Kopdes Merah Putih
-
Geger Penemuan Granat Nanas Aktif di Rumah Purnawirawan TNI Blitar
-
Evaluasi Boleh, Bubar Jangan! Suara Relawan SPPG Blitar Raya Dukung Program MBG
-
Aset Mangkrak Jadi Kafe Hits 24 Jam: Begini Cara Pemkab Blitar Sulap Lahan Mati Jadi Ladang PAD
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Hadir untuk Korban Gempa NTT, Bangun Posko Logistik BRI Peduli
-
Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup
-
Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso
-
Kasus Tambang Ilegal Tuban Meluas, Dua Nama Dilaporkan ke Polisi
-
Tragedi Berdarah di Pademawu: Siswi SD Tewas Di Tangan Ibu Kandungnya