- Ratusan warga Kabupaten Sampang mendaftarkan diri pada program Sekolah Rakyat demi mendapatkan kuota pendidikan gratis yang terbatas.
- Dinas Sosial Sampang menetapkan prioritas seleksi bagi keluarga miskin ekstrem serta anak yatim piatu dan anak terlantar.
- Tim verifikasi melakukan survei lapangan mulai 16 Juni 2026 guna memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan pendidikan tersebut.
SuaraJatim.id - Kehadiran Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sampang, menjadi magnet luar biasa. Ratusan orang tua dan anak-anak bertaruh nasib, berharap bisa masuk ke dalam daftar 90 siswa terpilih yang akan dibiayai penuh oleh negara.
Animo masyarakat tahun ini benar-benar di luar dugaan. Untuk jenjang SMP, kursi yang tersedia hanya 30, namun pendaftar mencapai 199 anak. Kondisi serupa terjadi di tingkat SMA. Dari 30 kuota yang tersedia, sebanyak 127 remaja telah mengantre.
"Terjadi kelebihan pendaftar yang sangat signifikan. Ada surplus 169 orang untuk SMP dan 97 orang untuk SMA," ungkap Sekretaris Dinsos-PPPA Sampang, Muhammad Nasrun, Senin (15/6/2026) malam.
Bukan perkara mudah bagi pemerintah untuk memilih siapa yang berhak lolos. Mengingat keterbatasan kuota, tim seleksi harus bekerja ekstra objektif.
Nasrun menegaskan, pemeringkatan akan diprioritaskan bagi warga kategori Desil Satu atau masyarakat miskin ekstrem.
Tak hanya soal angka kemiskinan, variabel kemanusiaan lain juga menjadi penentu utama. Anak-anak yatim piatu dan anak terlantar yang masuk dalam kategori kelompok paling rentan (Desil Dua) akan mendapatkan poin prioritas tertinggi.
"Karena pendaftar membeludak, kami harus melakukan pemeringkatan prioritas. Kami ingin memastikan program ini benar-benar sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan," tegas Nasrun.
Demi menjamin transparansi dan akurasi data, Pemerintah Kabupaten Sampang tidak ingin hanya sekadar percaya di atas kertas.
Mulai Selasa (16/6/2026) pagi, tim gabungan yang dipimpin oleh Tim Penjangkauan SDM PKH Sampang akan "turun gunung" melakukan verifikasi lapangan.
Baca Juga: Peluang Emas! Sampang Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat: Fasilitas Mewah, Kuota Terbatas
"Kami akan mendatangi langsung rumah-rumah calon siswa. Kami ingin melihat nyata kondisi ekonominya, melakukan kunjungan door-to-door sebelum memutuskan siapa yang diterima," ujar Moh. Hakim, Ketua Tim Penjangkauan SDM PKH Sampang.
Kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) pun diperkuat untuk memastikan data yang digunakan benar-benar valid.
Siswa yang lolos tidak hanya mendapatkan pendidikan formal tanpa biaya, tetapi juga tinggal di asrama dengan tanggungan makan dan perlengkapan belajar yang lengkap.
Lebih jauh, program ini terintegrasi dengan layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi bagi keluarga sang siswa di rumah. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Peluang Emas! Sampang Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat: Fasilitas Mewah, Kuota Terbatas
-
Belum Punya Gedung, Siswa SRMP 29 Pamekasan Harus Pindah Belajar ke Sampang
-
Tangis di Balik Semak: Ibu di Bangkalan Tega Buang Bayi demi Tutupi Aib
-
Modus Ordal DPR RI, Pria di Sampang Tilap Rp600 Juta Janjikan Lolos Tes Polisi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Tragedi di Punggung Naga: Pelukan Tebing Gunung Piramid Merenggut Nyawa Pendaki dan Pemandunya
-
Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa II Berhasil Dievakuasi, Ini Kata Wamenhub
-
Belum Padam, Kobaran Api Terus Merembet di TNBTS Meski Tim Gabungan Dikerahkan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan