- Polres Sampang menangkap seorang pelaku dugaan penipuan berinisial AS
- Pelaku menipu korban dengan kerugian Rp600 juta dengan modus bisa memasukkan orang menjadi polisi dan PNS
- Modus pelaku meyakinkan korban mengaku punya orang dalam di DPR RI
SuaraJatim.id - Menjadi abdi negara masih menjadi mimpi besar bagi banyak keluarga. Namun, bagi MM, warga Sampang, impian melihat adik, keponakan, hingga istrinya berseragam polisi dan PNS justru berubah menjadi mimpi buruk finansial yang sangat mahal.
Seorang pria berinisial AS (32), warga Sumenep, kini harus mendekam di sel tahanan Mapolres Sampang setelah sandiwara besarnya terbongkar.
AS ditangkap setelah terbukti menipu MM dengan kedok bisa meloloskan seleksi anggota Polri dan CPNS melalui jalur istimewa.
Tak tanggung-tanggung, untuk meyakinkan korbannya, AS sesumbar memiliki koneksi orang dalam di Senayan. Ia mengklaim memiliki hubungan khusus dengan salah satu anggota DPR RI yang disebutnya mampu menjamin kelulusan siapa pun yang ia bawa.
Tergiur dengan janji manis tersebut, korban MM pun masuk ke dalam jebakan. AS mematok tarif Rp70 juta untuk satu kursi anggota Polri.
Percaya penuh, MM mendaftarkan dua keponakan dan satu adiknya. Tak berhenti di situ, ia juga menyetor Rp160 juta agar istrinya bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Total dana yang dikumpulkan tersangka dari korban mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp600 juta. Uang tersebut diserahkan secara bertahap sejak tahun 2021," ungkap Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, Senin (8/6/2026).
Namun, waktu bicara lain. Seleksi demi seleksi berlalu, pengumuman demi pengumuman keluar, namun tak satu pun nama keluarga MM yang tercantum dalam daftar kelulusan. Harapan melihat keluarga mengenakan seragam kebanggaan pun sirna.
Sadar telah menjadi korban PHP (Pemberi Harapan Palsu), MM mencoba menagih kembali uang Rp600 juta miliknya. Alih-alih mendapatkan itikad baik, AS justru menghilang dan terus menghindar. Habis kesabaran, MM akhirnya menyeret kasus ini ke meja hukum.
Baca Juga: Viral Oknum Polisi Tuban Hajar Badut Jalanan, Kini Terancam Sanksi Propam
Polisi bergerak cepat. AS diringkus di kediamannya tanpa perlawanan berarti. Bersama penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa 31 lembar bukti transfer dan rekening koran.
"Tersangka kami jerat dengan Pasal 492 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara," tegas AKP Eko.
Polres Sampang mengimbau agar masyarakat tidak lagi tergiur dengan tawaran jalur belakang atau oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
"Masuk polisi dan PNS itu gratis dan murni hasil kerja keras. Jangan pernah percaya pada siapa pun yang menjanjikan jalur khusus, apalagi dengan mencatut nama pejabat," pungkasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun