- Kementerian Sosial memindahkan kegiatan belajar mengajar siswa SRMP 29 Pamekasan ke Kabupaten Sampang mulai tahun ajaran 2026/2027.
- Relokasi dilakukan karena ketersediaan gedung permanen yang memadai di Sampang guna menjamin standar kualitas pendidikan bagi siswa.
- Pemerintah Kabupaten Pamekasan menargetkan pembangunan gedung permanen selesai agar siswa dapat kembali belajar di daerahnya pada tahun 2027.
SuaraJatim.id - Bagi puluhan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan, tahun ajaran 2026-2027 akan menjadi babak baru yang menantang.
Bukan sekadar naik kelas, mereka harus bersiap melakukan perjalanan jauh lintas kabupaten demi mengecap pendidikan di gedung yang lebih layak.
Kementerian Sosial RI resmi memutuskan untuk memindahkan seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SRMP 29 Pamekasan ke Kabupaten Sampang. Langkah ini diambil sebagai solusi atas belum tersedianya gedung permanen di Bumi Gerbang Salam.
Keputusan pemindahan ini didasari atas kesiapan infrastruktur. Saat ini, Sampang menjadi satu-satunya kabupaten di Pulau Madura yang telah memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat dan siap beroperasi penuh pada tahun ajaran baru ini.
Koordinator PKH Wilayah Madura, Hanafi, menjelaskan bahwa langkah ini bersifat transisi. Sebelumnya, para siswa harus menumpang di bekas gedung Akademi Keperawatan (Akper) di Desa Buddagan, Pamekasan. Kini, demi standarisasi kualitas belajar, relokasi ke Sampang dianggap sebagai jalan terbaik.
"Pemindahan siswa ke Sampang ini hanya sementara. Semuanya, baik siswa angkatan pertama maupun kedua, akan diboyong ke sana," ujar Hanafi, Rabu (10/6/2026).
Meski harus pindah ke kabupaten tetangga, harapan agar siswa bisa segera kembali belajar di rumah sendiri terus diupayakan.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah bergerak cepat dengan mengusulkan empat lokasi strategis untuk pembangunan gedung permanen.
Empat titik tersebut tersebar di Desa Campor dan Rangperang Daja (Kecamatan Proppo), Desa Larangan Tokol (Kecamatan Tlanakan), serta Desa Bicorong (Kecamatan Pakong).
Baca Juga: Pelarian Bos Travel Umrah Pamekasan yang Menipu Belasan Jemaah Berakhir di Pasuruan
Kepala Dinas Sosial Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, menyebutkan bahwa proses penentuan lahan oleh pemerintah pusat ditargetkan tuntas paling lambat Juli 2026. Jika semua berjalan sesuai rencana, tiang pancang pertama akan mulai berdiri pada tahun 2027.
Relokasi ini memang menuntut adaptasi bagi 80 siswa, terdiri dari 50 siswa angkatan pertama dan 30 siswa baru angkatan kedua.
Diharapkan, pada tahun ajaran 2027/2028 nanti, para siswa tidak perlu lagi menyeberang batas kabupaten. Mereka akan menyambut masa depan di atas gedung permanen milik sendiri yang kini tengah diperjuangkan di tanah Pamekasan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Pelarian Bos Travel Umrah Pamekasan yang Menipu Belasan Jemaah Berakhir di Pasuruan
-
Usai Beraksi di Pamekasan, Aksi Ibu dan Anak yang Jadi Otak Pencurian Emas Lintas Provinsi Berakhir
-
BGN Segel Dua SPPG di Pamekasan Akibat Fasilitas Kumuh
-
Predator Berkedok Guru Ngaji di Pamekasan: Nasib Pilu Dua Santriwati Terperangkap Trauma Menahun
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026
-
Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia
-
Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi
-
Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang
-
Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah