- SKN menipu 17 calon jemaah umrah asal Pamekasan dengan modus paket perjalanan murah senilai Rp319 juta.
- Keberangkatan dibatalkan secara sepihak oleh tersangka pada Februari 2026 karena visa tidak kunjung terbit bagi korban.
- Polres Pamekasan menangkap tersangka di Pasuruan pada Mei 2026 setelah sempat melarikan diri dari tanggung jawab.
SuaraJatim.id - Impian mulia 17 warga Pamekasan untuk bersujud di depan Kakbah seketika runtuh tepat 24 jam sebelum jadwal keberangkatan.
Bukannya koper yang dikemas, justru kabar pahit yang mereka terima. Visa tidak terbit, keberangkatan batal, dan uang ratusan juta rupiah raib ditelan bumi.
Aktor di balik nestapa ini adalah SKN (33), seorang perempuan asal Krembung, Sidoarjo, yang menjabat sebagai bos sebuah biro perjalanan umrah.
Setelah sempat menghilang dan menjadi buronan, pelariannya berakhir secara dramatis di sebuah persembunyian di Desa Legok, Kecamatan Gempol, Pasuruan, pada Minggu (24/5/2026) dini hari.
Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya "harga tak masuk akal". SKN menjerat para korbannya dengan iming-iming paket umrah super murah seharga Rp18,5 juta per orang.
Tergiur harga miring, seorang warga berinisial SC (31) lantas mendaftarkan 17 calon jemaah dan melunasi total biaya sebesar Rp319 juta.
"Keberangkatan dijanjikan pada 7 Februari 2026. Namun, sehari sebelum jadwal yang dinanti, tersangka secara sepihak membatalkan perjalanan dengan dalih kendala visa," ungkap Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto, Kamis (28/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Alih-alih bertanggung jawab, SKN justru menunjukkan gelagat tak beres. Saat para korban menuntut pengembalian dana (refund) dalam waktu 3x24 jam, SKN justru memutus komunikasi dan menghilang bagai ditelan kabut.
Polres Pamekasan sebenarnya telah berupaya menempuh jalur persuasif. Surat panggilan dilayangkan dua kali ke kediaman SKN, namun tak satu pun yang diindahkan. Sikap tidak kooperatif ini membuat kepolisian meningkatkan status pencarian menjadi pengejaran intensif.
Baca Juga: Sindikat Penipu Lansia di Bojonegoro Terbongkar: Menjual Mimpi Haji dan Bansos
Tim Satreskrim Polres Pamekasan pun melacak jejak SKN hingga ke luar kota. Kerja keras tim membuahkan hasil saat jarum jam menunjukkan pukul 00.45 WIB di penghujung pekan lalu. Di kegelapan malam wilayah Pasuruan, SKN tak berkutik saat petugas mengepung tempat persembunyiannya.
"Tersangka SKN kini sudah kami amankan di Mapolres Pamekasan untuk menjalani pemeriksaan mendalam dan proses hukum lebih lanjut," tegas AKP Yoyok.
Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa delapan lembar rekening koran bukti transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia atas nama tersangka, serta empat tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berisi janji-janji palsu pelaku kepada korban.
Kini, seragam tahanan menjadi pengganti pakaian ihram yang seharusnya ia kelola untuk para jemaah. SKN dijerat dengan Pasal 492 atau Pasal 486 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.
Berita Terkait
-
Sindikat Penipu Lansia di Bojonegoro Terbongkar: Menjual Mimpi Haji dan Bansos
-
Usai Beraksi di Pamekasan, Aksi Ibu dan Anak yang Jadi Otak Pencurian Emas Lintas Provinsi Berakhir
-
Menkeu Bagi-bagi Dana Hibah Benarkan? BRI: Hoaks!
-
Sembilan Tahun Sembunyi, Jejak Sang Penipu Mebel Terhenti di Kapas Krampung Surabaya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen untuk Percepat BSPS Jatim demi Hunian Layak Masyarakat
-
Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik
-
Kisah Pilu Sopir dan Kernet Asal Mojokerto yang Terpisah saat KM Virgo Transport 8 Mulai Tenggelam
-
Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim
-
Polda Jatim Siagakan Posko DVI, 20 Personel Disiapkan untuk Penanganan KM Virgo Transport 8