- Kejari Jember menetapkan MZL, YAS, dan NDP sebagai tersangka korupsi Bank Jatim Capem Kalisat pada 22 Juli 2026.
- Tersangka MZL sebelumnya sengaja membakar kantor bank atas perintah YAS dan NDP untuk menghilangkan barang bukti korupsi.
- Kasus korupsi tersebut mengakibatkan kerugian negara sekitar tiga miliar rupiah dan kini sedang dalam tahap pelacakan aset.
SuaraJatim.id - Pepatah sepandai-pandai membungkus bangkai, baunya akan tercium juga tampaknya sangat pas menggambarkan akhir perjalanan tiga sekawan di Jember ini.
Alih-alih menikmati hasil jarahan, trio tersangka berinisial MZL, YAS, dan NDP kini harus menghadapi dinginnya jeruji besi setelah skandal korupsi dan aksi nekat mereka terbongkar.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember resmi menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan Bank Jatim Capem Kalisat periode 2023–2025.
Tak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp3 miliar yang seharusnya dikelola untuk kepentingan publik, diduga menguap masuk ke kantong pribadi.
Salah satu tersangka, MZL, rupanya telah lebih dulu mendekam di penjara. Bukan karena korupsi, melainkan karena aksi pembakaran kantor bank tersebut.
“Ada unsur kesengajaan yang dilakukan MZL untuk membakar kantor bank daerah tersebut. Ia mencoba menghilangkan barang bukti atas perintah YAS dan NDP,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Yadyn, Rabu (22/7/2026) sore.
Aksi nekat membakar kantor itu ternyata menjadi senjata makan tuan. Meski MZL sudah divonis 4 tahun 6 bulan penjara untuk kasus pembakaran, penyidik jaksa tidak berhenti di sana.
Mereka terus mengendus motif di balik api tersebut hingga akhirnya menemukan lubang besar di kas bank sebesar Rp2,9 miliar.
Kepala Kejari Jember menjelaskan bahwa penetapan tersangka ini dilakukan setelah melalui proses panjang, mulai dari penyelidikan hingga ekspose gelar perkara.
Baca Juga: Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut
Untuk memastikan angka kerugian yang akurat, Kejari menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur.
“Estimasi sementara dari BPKP mencapai Rp3 miliar. Kami juga sudah menyita sejumlah barang bukti mulai dari dokumen, aset tanah, hingga sejumlah uang yang telah dikembalikan,” tambah Yadyn.
Kini, tim penyidik masih berfokus melacak aliran dana haram tersebut (asset tracing). Jaksa menduga kuat adanya kemungkinan pihak lain yang ikut mencicipi uang negara tersebut.
Dua tersangka, YAS dan NDP, mulai menjalani masa penahanan sejak 22 Juli di Lapas Kelas IIA Jember, menyusul MZL yang sudah lebih dulu di sana.
Mereka kini dijerat dengan pasal berlapis dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman yang tak main-main. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut
-
Skandal Makan-Minum: Mantan Wakil Ketua DPRD Jember dan Eks Istri Terbukti Korupsi
-
Ironi di Balik Puing Yosorati: Saat Api Melahap Gudang Plastik, Truk Damkar Terdekat Malah Mogok
-
Skandal KUR Fiktif Jember: Negara Tekor Rp41 Miliar, Eks Pimpinan Bank Jadi Tersangka
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026