Wakos Reza Gautama
Senin, 13 Juli 2026 | 09:54 WIB
Ilustrasi kebakaran. Gudang plastik di Desa Yosorati, Jember, terbakar pada Senin (13/7/2026) dini hari dengan total kerugian mencapai Rp 300 juta. [Ist]
Baca 10 detik
  • Gudang plastik di Desa Yosorati, Jember, terbakar pada Senin (13/7/2026) dini hari dengan total kerugian mencapai Rp 300 juta.
  • Proses pemadaman terhambat karena truk Damkar pos Rambipuji mengalami kerusakan mesin, sehingga harus menunggu bantuan dari pusat kota.
  • Minimnya armada layak dan terbatasnya jumlah posko pemadam kebakaran menyebabkan penanganan musibah di wilayah Jember sering terkendala operasional.

SuaraJatim.id - Kebakaran melanda gudang distributor plastik seluas 3.500 meter persegi di Dusun Krajan Kidul, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Senin (13/7/2026) pukul 00.20 WIB.

Di tengah kepanikan warga yang berjibaku menyelamatkan barang, sebuah harapan besar digantungkan pada raungan sirine pemadam kebakaran.

Namun, harapan itu harus membentur kenyataan pahit. Posko pemadam kebakaran terdekat di Rambipuji tak bisa berbuat apa-apa.

Bukan karena personelnya enggan bergerak, melainkan karena truk pemadam kebakaran sedang mogok akibat kerusakan mesin yang sudah terjadi selama dua hari terakhir.

Alhasil, bantuan harus didatangkan dari Markas Komando (Mako) Damkar di Jalan Danau Toba, Antirogo. Jaraknya 45 kilometer.

Selama 35 menit, api dengan leluasa melahap material plastik yang mudah terbakar. Si jago merah baru bisa dijinakkan sekitar pukul 03.10 WIB setelah armada dari kota tiba di lokasi. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp 300 juta.

Kejadian di Yosorati bukanlah sebuah kebetulan, melainkan puncak gunung es dari rapuhnya infrastruktur pemadam kebakaran di Jember.

Catatan kelam mencatat, setahun silam pada April 2025, mobil damkar Pemkab Jember bahkan pernah mogok saat sedang mengawal helikopter Kapolda Jatim. Ironi yang memalukan bagi sebuah instansi penyelamat.

"Mobil unit kami dari dulu dipaksa bekerja terus untuk melayani masyarakat Jember. Jadi mohon doanya, agar kami bisa melayani secara maksimal dengan segala keterbatasan," ujar Ferdy Eko Putra, Humas UPT Damkar Jember, dalam sebuah kesempatan dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Baca Juga: Pasar Agrobis Babat Membara: 10 Kios Ludes Terbakar dalam Semalam, Diduga Akibat Korsleting

Faktanya, dari lima unit mobil yang dimiliki, hanya dua yang benar-benar layak. Sisanya? Bisa dibilang sudah uzur. Pengadaan mobil terbaru tercatat dilakukan pada tahun 2014, lebih dari satu dekade yang lalu.

Luas wilayah Jember yang mencapai 31 kecamatan jelas tidak sebanding dengan keberadaan tiga posko dan satu mako saja. Kepala Satpol PP Jember, Bambang Rudianto, mengakui adanya celah besar dalam sistem proteksi kebakaran di wilayahnya.

"Idealnya kita harus tambah tiga posko lagi di Mayang, Tanggul, dan Kencong," ungkap Bambang.

Tanpa posko di wilayah barat dan selatan, warga di pinggiran Jember seolah dibiarkan bertaruh dengan nasib setiap kali api berkobar.

Harapan kini tertuju pada pengajuan bantuan ke pemerintah pusat. Tahun ini, satu unit mobil baru berkapasitas 4.000 liter senilai Rp 2 miliar dijadwalkan hadir untuk memperkuat barisan.

Load More